Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Menanti Hasil Midterm AS
Selasa, 03 Nov 2026, 17:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said.
JAKARTA – Pelemahan kurs rupiah dipengaruhi meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap pemilu sela Amerika Serikat (AS) atau midterm elections yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan politik pemerintahan mendatang.
Ketidakpastian mengenai hasil pemilu serta implikasinya terhadap kebijakan fiskal, perdagangan, dan hubungan internasional AS mendorong investor bersikap lebih berhati-hati.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset berdenominasi dollar AS, sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (3/11), bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp18.160 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi menilai pergerakan rupiah dipengaruhi perhatian pasar yang tertuju pada pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS pada 3 November 2026.
“Saat ini perhatian pasar akan tertuju pada pemilihan umum paruh waktu AS pada tanggal 3 November,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Anadolu melaporkan bahwa AS akan menggelar pemilihan umum paruh waktu pada 3 November 2026 untuk memilih 35 anggota Senat dan seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta menggelar pemilihan anggota legislatif dan gubernur di sejumlah negara bagian.
Selain itu, pelaku pasar juga sedang menunggu jadwal rilis data-data ekonomi AS yang padat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Mulai dari data lowongan kerja (JOLTS Job Openings) akan dirilis pada Selasa (3/11), lalu data perubahan tenaga kerja versi ADP (ADP Employment Change) dan indeks ISM Services PMI akan diumumkan pada Rabu (4/11), serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Jumat (6/11).
Sentimen lain berasal pula dari laporan Wall Street Journal bahwa AS telah menyerang Pulau Qeshm milik Iran dengan tujuan mencegah Iran memiliki keleluasaan dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Pada hari Senin (2/11), Trump melontarkan keraguan mengenai apakah ia akan benar-benar melanjutkan ancaman serangan militer terhadap Iran, seraya menambahkan bahwa kesepakatan dengan Teheran mungkin saja tercapai.
Sementara itu, komunikasi antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang disebut masih terus berlanjut.
“Pernyataan ini muncul setelah serangkaian pembicaraan antara Iran dan pihak penengah dari Qatar berakhir dengan usulan yang telah diubah, namun belum menghasilkan terobosan berarti. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei telah memberikan wewenang tertentu kepada pemerintah untuk melakukan pembicaraan damai,” ungkap Ibrahim.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp18.148 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.161 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!