Telkom Catat Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 3,5 Persen
Senin, 02 Nov 2026, 18:02 WIB | Oleh: Haryo BronoDi bisnis pusat data, NeutraDC mencatatkan pertumbuhan pendapatan lebih tinggi. Hingga September 2026, pendapatan perusahaan tersebut mencapai Rp1,39 triliun atau meningkat 17 persen YoY. EBITDA tumbuh 35 persen dengan margin EBITDA 40,9 persen.
Pertumbuhan NeutraDC didukung kontribusi fasilitas pusat data di Singapura dan Cikarang, seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap layanan komputasi, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Melalui layanan Neutra Compute, NeutraDC juga mengembangkan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan komputasi berbasis AI. Perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas pusat data hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi jangka panjang mencapai 1 gigawatt (GW).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kemampuan teknis, memperluas akses pasar, serta memperoleh dukungan pendanaan.
Bisnis ICT dan Internasional Ikut Menguat
Pada segmen B2B ICT, Telkom membukukan pendapatan Rp11,2 triliun atau meningkat 3,1 persen YoY. Pertumbuhan terutama didorong oleh bisnis usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME) yang mencatatkan kenaikan pendapatan 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun.
Kinerja tersebut didukung pertumbuhan jumlah pelanggan Indibiz sebesar 10,9 persen YoY menjadi 771.100 pelanggan. Selain itu, bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution tumbuh 6,2 persen pada periode yang sama.
Adapun segmen International mencatatkan pendapatan Rp8,9 triliun, meningkat 5,8 persen YoY. Salah satu pendorongnya adalah pertumbuhan pendapatan jaringan sebesar 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun.
Peningkatan tersebut sejalan dengan penguatan layanan konektivitas internasional untuk perusahaan penyedia layanan komputasi awan berskala global (global hyperscalers) dan operator jaringan internasional (global carriers).
Melalui anak usahanya, Telin, TelkomGroup juga terus memperluas infrastruktur konektivitas internasional, termasuk jaringan kabel laut. Salah satu proyek yang dikembangkan adalah ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026. Selain itu, proyek INSICA ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
Pengembangan jaringan tersebut sekaligus mendukung upaya menjadikan Batam sebagai pusat konektivitas kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas pusat data NeutraDC.
Nanang mengatakan penguatan jaringan internasional menjadi bagian dari strategi TelkomGroup untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas digital regional dan global.
“Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,” katanya.
Percepat Transformasi melalui TLKM 30
Di tengah pertumbuhan bisnis, Telkom juga melanjutkan transformasi perusahaan melalui program TLKM 30. Strategi tersebut bertumpu pada empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.
Keempat pilar tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, serta mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kemitraan strategis.
Pada pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup memperkuat disiplin pengelolaan biaya dan arus kas untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan investasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!