Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telkom Catat Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 3,5 Persen

2 Senin, 02 Nov 2026, 18:02 WIB | Oleh:
Telkom Catat Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 3,5 Persen Telkom Catat Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 3,5 Persen Doc: Telkom Indonesia
Ket. Salah satu implementasi pilar transformasi TLKM 30 unlock value, yakni rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut meningkat 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), ditopang pertumbuhan bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi serta kontribusi positif dari empat segmen bisnis utama.

Sepanjang Januari–September 2026, pendapatan bisnis Data, Internet & IT Services meningkat 8,3 persen secara tahunan menjadi Rp71,5 triliun. Dari sisi profitabilitas, Telkom membukukan EBITDA sebesar Rp55,5 triliun, tumbuh 2 persen YoY, dengan margin EBITDA 48,9 persen.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen. Jika dinormalisasi, laba bersih Telkom mencapai Rp16,5 triliun atau meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin laba bersih normalisasi tercatat 14,6 persen.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan perseroan terus menjalankan transformasi melalui strategi TLKM 30 dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan peningkatan fundamental perusahaan untuk jangka panjang.

Menurut dia, peningkatan konsumsi data masyarakat dan kebutuhan terhadap layanan digital yang semakin andal menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk mengembangkan bisnis konektivitas dan infrastruktur digital.

“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal,” ujar Nanang dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, Telkom tengah menyiapkan struktur bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang pertumbuhan industri digital.

Empat Segmen Bisnis Tumbuh Positif

Dari empat segmen bisnis utama, B2C yang mencakup layanan seluler dan fixed broadband masih menjadi kontributor terbesar pendapatan Telkom. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen YoY.

Di dalamnya, Telkomsel membukukan pendapatan Rp82,9 triliun, meningkat 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama ditopang bisnis digital yang naik 7,7 persen menjadi Rp60,7 triliun.

Strategi monetisasi layanan seluler turut mendorong peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna atau average revenue per user (ARPU). Hingga kuartal III 2026, ARPU Telkomsel mencapai Rp45.400, tumbuh 7,1 persen YoY. Sementara itu, data yield meningkat 6,5 persen.

Pertumbuhan tersebut didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta strategi komersial untuk meningkatkan monetisasi layanan. Langkah ini juga diarahkan untuk mengikuti perubahan pola konsumsi pelanggan yang semakin bergeser ke layanan digital.

Pada bisnis fixed broadband, pendapatan IndiHome tercatat Rp19,1 triliun. Meski perseroan melakukan penataan basis pelanggan, sejumlah indikator operasional menunjukkan perbaikan secara kuartalan.

Jumlah pelanggan IndiHome pada kuartal III 2026 meningkat 1,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta pelanggan. ARPU juga naik 3,2 persen secara kuartalan menjadi Rp217.700.

Sementara itu, segmen B2B Infrastructure mencatatkan pendapatan Rp7,1 triliun atau tumbuh 5,5 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang layanan pusat data, konektivitas, serta penyewaan infrastruktur yang dikelola TelkomGroup.

Salah satu kontributor dari segmen ini adalah Mitratel yang membukukan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan fiber to the tower (FTTT) sebesar Rp7,01 triliun, meningkat 1,8 persen YoY.

Mitratel juga mencatatkan EBITDA Rp5,81 triliun dan laba bersih Rp1,55 triliun. Margin EBITDA dan margin laba bersih masing-masing berada di level 82,9 persen dan 22,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.