Membangun Kepedulian Lingkungan dengan Gerakan Sangu Sampah ke Sekolah
Jumat, 30 Okt 2026, 23:36 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, keterlibatan orang tua dan komite sekolah menjadi bagian penting karena kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari rumah.
Sekolah juga memberikan pemahaman kepada wali murid agar mendukung pembiasaan tersebut sehingga siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pelaksanaan program itu, sampah yang terkumpul pada triwulan pertama mencapai hampir 500 kilogram. Sedangkan pada triwulan kedua sekitar 400 kilogram.
Hasil konversi sampah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan siswa di sekolah.
Program Sangu Sampah juga mulai mengubah kebiasaan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Mereka semakin terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya sehingga kondisi ruang kelas menjadi lebih bersih dan tertata dibandingkan sebelum program diterapkan," kata Azizah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!