Prabowo: Pemimpin yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum Sejarah
Sabtu, 31 Okt 2026, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia untuk tidak malas mempelajari sejarah sehingga bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti para pendahulu.
"Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah," kata Presiden Prabowo dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, saat peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10).
Presiden Prabowo mengatakan perkembangan teknologi dapat terus berubah, tetapi sifat dasar manusia cenderung tidak berubah.
Karena itu, mempelajari sejarah menjadi penting untuk memahami kesalahan masa lalu dan mengambil pelajaran agar tidak terulang pada masa depan.
"Jadi kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah. kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita," ujar Presiden.
Kepala Negara menyampaikan salah satu pelajaran paling menyakitkan dalam sejarah Indonesia adalah pengalaman dijajah oleh bangsa lain.
Menurutnya, perpecahan di antara masyarakat dan para pemimpin menjadi salah satu faktor yang membuat penjajahan dapat terjadi.
Dia mencontohkan, pada masa lalu, terdapat sejumlah penguasa yang memilih bekerja sama dengan pihak asing daripada menjalin kerja sama dengan saudara sebangsa sendiri.
Presiden Prabowo menilai pengalaman tersebut harus menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia agar senantiasa menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba oleh pihak lain.
Menurutnya, strategi divide et impera atau politik pecah belah yang diterapkan penjajah merupakan salah satu pelajaran penting yang perlu dipahami generasi muda.
"Itu sejarah kita. Itu yang harus kita belajar. Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun mereka punya ajaran devide at Impera. Pecah belah, pecah belah. Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita," tegas Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa juga memiliki banyak keunggulan dan pencapaian yang patut dihargai.
Namun, generasi penerus tetap perlu memahami kekurangan dan kesalahan yang pernah terjadi sebagai bahan pembelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih kuat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!