Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Beralih ke Jagung, 754 Hektare Kebun Jambu Mete Dompu Dibenahi

31 Sabtu, 31 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Beralih ke Jagung, 754 Hektare Kebun Jambu Mete Dompu Dibenahi Petani Beralih ke Jagung, 754 Hektare Kebun Jambu Mete Dompu Dibenahi Doc: Antara
Ket. Buah jambu mete tumbuh pada salah satu pohon di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kementerian Pertanian mendukung program peremajaan tanaman jambu mete seluas 754 hektare di Kabupaten Dompu pada 2026 untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan pendapatan petani.

Dompu - Kementerian Pertanian mendukung program peremajaan tanaman jambu mete seluas 754 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2026 untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat pendapatan petani.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Assyadat mengatakan program tersebut dialokasikan bagi kelompok tani dengan dukungan benih, pupuk, dan pendampingan teknis.

"Kita dapat 754 hektare untuk peremajaan mete yang dialokasikan bagi kelompok tani di wilayah empat kecamatan yakni Pekat, Kempo, Manggelewa dan Pajo," katanya di Dompu, Jumat (30/10).

Assyadat merincikan, Kecamatan Pekat seluas 377,1 hektare berada di Desa Nangamiro dan Kadindi. Kecamatan Kempo seluas 117 hektare di Desa Tolo Kalo dan Songgaja.

Selanjutnya, Manggelewa seluas 210 hektare, berada di lima desa yakni Kampasi Meci, Tanju, Banggo, Sukadamai dan Desa Naga Tumpu. Untuk Kecamatan Pajo berada di Desa Woko yakni seluas 49,9 hektar.

Program tersebut melibatkan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

"Saat ini, kelompok tani calon penerima masih melengkapi persyaratan administrasi sebelum pelaksanaan kegiatan," ujarnya.

Ia menjelaskan, peremajaan diperlukan karena sebagian tanaman jambu mete di Dompu telah berusia tua sehingga produktivitasnya menurun. Gangguan penyakit dan terbatasnya peremajaan juga menjadi tantangan dalam mempertahankan hasil panen petani.

Jambu mete sebelumnya menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan Dompu, terutama di sejumlah kawasan transmigrasi. Namun, penurunan produktivitas kebun membuat pengembangan komoditas tersebut membutuhkan pembaruan tanaman dan perbaikan pengelolaan.

Di sisi lain, sebagian petani beralih menanam komoditas musiman, termasuk jagung, yang dapat memberikan hasil dalam waktu relatif lebih singkat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keberlanjutan usaha perkebunan jambu mete yang membutuhkan waktu hingga tanaman kembali menghasilkan.

Assyadat berharap program peremajaan dapat mengembalikan produktivitas kebun sekaligus memperkuat posisi jambu mete sebagai salah satu sumber pendapatan petani di Dompu.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penanaman bibit baru, tetapi juga oleh pemeliharaan tanaman hingga memasuki masa produktif. Karena itu, pendampingan teknis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan peremajaan.

"Selama tanaman jambu mete belum menghasilkan, petani dapat memanfaatkan lahan untuk menanam komoditas sela yang sesuai dengan kondisi setempat. Langkah tersebut dapat membantu menjaga sumber pendapatan selama masa pertumbuhan tanaman," katanya.

Pemanfaatan lahan juga berpeluang dipadukan dengan usaha peternakan apabila kondisi kebun dan kemampuan petani mendukung. Diversifikasi usaha diharapkan membantu petani mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan.

Pemerintah daerah berharap dukungan peremajaan tersebut dapat mendorong pengelolaan perkebunan jambu mete secara berkelanjutan. Dengan tanaman yang lebih produktif dan pemeliharaan yang baik, komoditas tersebut diharapkan kembali memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Bantuan 72 Alat Peraga Eduk...
Advertisement
Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.