Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia

📅 Senin, 14 Sep 2026, 02:38 WIB | Oleh:
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia Doc: AFP/Indian Press Information Bureau (PIB)/Handout

JAKARTA – Pemerintah Tiongkok dan Indiamembangun kemitraan strategis jangka panjang, sebagai upaya kedua negara menggeser hubungan bilateral menuju kerja sama yang lebih stabil dan pragmatis. Langkah ini berpotensi memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan geopolitik di tengah persaingan dua kekuatan besar ekonomi di Asia, sekaligus membuka ruang bagi kedua negara untuk mengelola perbedaan kepentingan melalui dialog dan kepentingan bersama.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Perndana Menteri (PM) India, Narendra Modi sepakat menjadikan Tiongkok dan India sebagai mitra strategis dalam jangka panjang, dengan menekankan hubungan yang objektif, rasional, saling menguntungkan, serta berorientasi pada pembangunan dan stabilitas global. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan pada Sabtu (12/9) di sela-sela KTT ke-18 BRICS di New Delhi, 12–13 September 2026, di bawah keketuaan India.

“Hubungan bilateral telah meningkat dalam dua tahun terakhir, ditandai pertemuan kedua pemimpin sebanyak dua kali, berlanjutnya pertemuan antarlembaga, serta volume perdagangan bilateral yang mencapai rekor tertinggi,” ujar Xi seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/9).

Xi menegaskan Tiongkok dan India, meski memiliki kepentingan nasional berbeda, harus saling membantu, mendukung, dan berkembang bersama sebagai dua negara berpenduduk terbesar di dunia dan anggota penting Global South. Dia menyampaikan empat prinsip untuk menjaga hubungan bilateral tetap stabil dan berkelanjutan, yakni memandang kedua negara sebagai mitra, bukan saingan; memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan pertukaran antarmasyarakat, termasuk penerbangan langsung; menyelesaikan persoalan perbatasan serta menjaga perdamaian dan ketenangan; dan memperkuat koordinasi multilateral melalui BRICS, PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), serta G20.

Modi menyatakan India juga memandang hubungan dengan Tiongkok dari perspektif strategis dan jangka panjang serta ingin menjadi mitra, bukan saingan. Dia menegaskan kebijakan luar negeri India independen dan hubungan dengan Tiongkok tidak dipengaruhi pihak ketiga, sementara kebijakan India terkait Taiwan dan Tibet tidak berubah. India juga tidak akan mengizinkan kekuatan mana pun melakukan kegiatan anti-Tiongkok di wilayahnya serta berkomitmen memperkuat komunikasi strategis, kerja sama, pertukaran masyarakat, dan perdamaian di perbatasan.

“India akan mendukung kepemimpinan Tiongkok dalam KTT BRICS tahun depan dan mempertahankan koordinasi dengan Beijing untuk memperkuat kerja sama Global South, mendorong multipolarisme dan pertumbuhan ekonomi, serta menjadi kekuatan bagi stabilitas dan kemajuan dunia,” jelasnya.

Konflik Perbatasan

Hubungan kedua negara sebelumnya memburuk akibat bentrokan perbatasan di Lembah Sungai Galwan, Himalaya, pada 2020 yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India dan 4 tentara Tiongkok serta menjadi konfrontasi terbuka besar pertama kedua negara sejak 1975. Perbaikan hubungan kemudian berpuncak pada pertemuan Xi dan Modi di sela-sela KTT SCO pada 31 Agustus 2025, yang menjadi kunjungan pertama Modi ke Tiongkok dalam tujuh tahun.

Saat ini, Tiongkok dan India tercatat sebagai dua kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia. Data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan nilai produk domestik bruto (PDB) pada 2026 untuk Tiongkok mencapai 20,65 triliun dollar AS atau setara 363.584, 55 triliun rupiah (kurs saat ini 17.607 rupiah per dollar AS), sementara India sebessar 4,51 trillion dollar AS atau setara 79.407, 57 triliun rupiah.

Sementara itu, para pemimpin BRICS memasuki hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di New Delhi, India, Minggu (13/9), dengan membahas upaya mendorong pertumbuhan global inklusif setelah mencapai kesepakatan yang menyerukan pengekangan maksimum dan ketenangan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

PM Modi menekankan pentingnya kerja sama di dalam BRICS yang mewakili 50 persen populasi dunia, 40 persen PDB global, dan lebih dari 25 persen perdagangan global. Dibentuk pada 2009, BRICS merupakan forum negara berkembang besar yang bertujuan memperkuat pengaruh global dan menghadapi persoalan konflik, gejolak perdagangan, serta keamanan energi.

Pada hari pertama KTT, konflik Timur Tengah menjadi pembahasan utama. Setelah para menteri luar negeri BRICS gagal menyepakati pernyataan bersama pada Mei, para pemimpin BRICS, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah/ Asia Barat dan menyerukan pengekangan secara maksimal. India berupaya menjaga keseimbangan hubungan dengan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, sementara krisis energi akibat perang AS-Iran mendorong India sebagian beralih ke Rusia meski Moskow masih menghadapi tekanan akibat perang di Ukraina. SB/Ant/AFP/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.