Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menang Lomba Saja Tak Cukup, Kemnaker Dorong Pembinaan Talenta Berkelanjutan

31 Sabtu, 31 Okt 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menang Lomba Saja Tak Cukup, Kemnaker Dorong Pembinaan Talenta Berkelanjutan Menang Lomba Saja Tak Cukup, Kemnaker Dorong Pembinaan Talenta Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Tangkapan layar Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam agenda Penutupan Indonesia Skills Competition di Jakarta, Jumat (30/10).

Purwokerto - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan Indonesia Skills Competition (InaSkills) 2026 dirancang untuk mengidentifikasi talenta potensial, mengukur tingkat kompetensi, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu mencapai standar keunggulan yang lebih tinggi.

“Kegiatan ini harus menjadi titik awal bagi langkah yang lebih besar dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi. Melalui kompetensi ini, melalui kompetisi ini, kita memperoleh gambaran mengenai kemampuan peserta, kualitas pembinaan, serta berbagai peluang untuk meningkatkan mutu pelatihan vokasi,” ujarnya dalam agenda Penutupan Indonesia Skills Competition di Jakarta, Jumat (31/10).

Dia mengharapkan hasil kompetisi ini menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka memastikan bahwa setiap pengalaman, hasil penilaian, dan pencapaian yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pembinaan keterampilan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenaker menekankan tiga hal sebagai tindak lanjut dari penyelenggaraan Indonesia Skills Competition 2026.

Pertama, dia menginginkan hasil kompetisi ini sebagai dasar pembinaan talenta nasional. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong agar identifikasi talenta tidak berhenti pada penetapan kemenangan saja. Namun, potensi dan hasil penilaian peserta dinilai perlu menjadi salah satu masukan dalam penyusunan program pembinaan selanjutnya.

Dengan begitu, lanjutnya, maka dapat dibangun talent pool keterampilan nasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kedua ialah perlunya peningkatan kualitas pelatihan vokasi melalui evaluasi yang berkesinambungan. Hasil kompetisi diminta menjadi bahan pembelajaran bagi para lembaga pelatihan, instruktur, juri, dan mitra industri yang ada.

“Kita perlu terus memperkuatkan kualitas materi pelatihan, metode pembelajaran, fasilitas praktik, serta sistem penilaian kompetensi tersebut. Saya juga mendorong agar kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri terus diperluas, sehingga proses pengembangan keterampilan semakin dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ungkap Afriansyah Noor.

Ketiga, talenta Indonesia perlu dipersiapkan untuk tampil pada kompetisi internasional yang akan datang.

Indonesia sendiri disebut memiliki pengalaman yang sangat banyak dan rekam jejak prestasi dalam kompetisi-kompetisi keterampilan regional. Capaian tersebut dikatakan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas kesempatan bagi talenta Indonesia untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi lagi.

Pembinaan menuju WorldSkills ASEAN, WorldSkills Asia, dan work skill internasional dianggap harus dilaksanakan secara terencana dengan mempertimbangkan hasil selektif kebutuhan setiap pihak negara dan persyaratan yang berlaku.

“Keberhasilan membangun talenta unggul tidak dapat dibebankan hanya kepada para peserta. Di balik kompetitor yang berprestasi, terdapat instruktur yang berdedikasi, lembaga pelatihan yang berkualitas, fasilitas yang memadai, serta ekosistem yang mendukung proses pembelajaran yang baik,” ucap dia.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi.

Dalam hal ini, pemerintah dinyatakan menyediakan arah kebijakan dan mendorong penguatan sistem pelatihan, lembaga pendidikan, dan pelatih mengembangkan kemampuan peserta. Dunia industri memberikan masukan mengenai kebutuhan keterampilan dan perkembangan teknologi. Sementara itu, asosiasi, profesi, dan seluruh mitra turut memperkuat standar serta relevansi kompetensi yang kita miliki.

"Kolaborasi yang kuat akan membantu memastikan bahwa pengembangan keterampilan tidak berjalan secara terpisah, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan tenaga kerja nasional," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Luar Negeri
Ini 7 Calon yang Dinominasi...
Daerah
700 Dosis Vaksin Rabies Gra...
Advertisement
Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.