Hati-hati Pilih Maskapai, Survei Ungkap 75 Persen Pilot Eropa Pernah Tertidur di Kokpit, Nyaris Seperempat Tetap Terbang Meski Kelelahan
Senin, 26 Okt 2026, 15:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIa juga meminta regulator memastikan kewenangan kapten untuk memperpanjang masa tugas digunakan secara tepat, bukan menjadi sumber tekanan bagi awak pesawat.
“Menunggu tiga tahun lagi untuk mengetahui bahwa tidak ada yang berubah bukanlah pilihan,” ujar Harter.
Menurut dia, berbagai persoalan telah teridentifikasi dan solusi sudah tersedia. Komunitas pilot Eropa pun siap berkontribusi dalam upaya perbaikan.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah kemauan politik untuk bertindak,” katanya.
Temuan tersebut kembali menempatkan kelelahan awak pesawat sebagai persoalan keselamatan yang memerlukan pengawasan serius. Ketika pilot merasa tidak leluasa melaporkan kondisi tubuhnya, efektivitas aturan keselamatan tidak hanya bergantung pada keberadaan regulasi, tetapi juga pada budaya kerja dan sikap manajemen maskapai dalam menerapkannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!