Houthi dan Arab Saudi Saling Serang Rudal Drone
Senin, 26 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Foto : AFP
Riyadh/Sanaa - Kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi saling melancarkan serangan berskala besar pada Sabtu (24/10), dengan Houthi mengklaim menyerang sejumlah sasaran di Arab Saudi menggunakan rudal dan drone, sementara serangan udara koalisi menghantam wilayah yang dikuasai kelompok tersebut di Yaman dan menimbulkan korban jiwa.
Dikutip dari Antara, juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan kelompoknya melancarkan tujuh serangan rudal dan drone yang menargetkan bandara, fasilitas minyak, dan pangkalan militer di sejumlah kota Arab Saudi, yakni Riyadh, Yanbu, Rabigh, Dammam, Najran, dan Khamis Mushait.
Menurut Sarea, Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran dalam dua tahap serangan. Sasaran lainnya mencakup fasilitas Saudi Aramco di Yanbu dan Bandar Udara Internasional King Fahd di Dammam.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal yang diluncurkan Houthi ke arah Riyadh, Taif, dan Yanbu, serta sebuah drone di Provinsi Timur.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan puing-puing dari dua rudal yang berhasil dicegat jatuh di wilayah Makkah dan Madinah. Namun, Houthi membantah telah menargetkan kedua kota suci tersebut dan menyebut klaim itu palsu serta tidak berdasar.
Houthi mengklaim serangan pada Sabtu tersebut merupakan balasan atas sekitar 100 serangan udara Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok itu di Yaman selama 24 jam sebelumnya.
Serangan udara koalisi dilaporkan menyasar Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, serta kota pelabuhan Mocha di Laut Merah, Provinsi Taiz, Yaman barat daya.
Saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan delapan orang tewas dan lebih dari 10 lainnya terluka ketika serangan udara menghantam permukiman pekerja pabrik semen di Distrik Hamdan, Provinsi Sanaa.
Eskalasi tersebut berlangsung ketika pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dengan dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi, meningkatkan operasi militer bertajuk "Fajar Yaman" (Dawn of Yemen) terhadap Houthi. Kelompok itu kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone.
Imbauan Perjalanan
Seorang pejabat keamanan setempat mengatakan bahwa Houthi menembakkan sekitar empat rudal balistik ke Aden. Beberapa rudal dilaporkan menghantam kawasan dekat Bandar Udara Internasional Aden dan fasilitas militer penting di Distrik Khormaksar. Satu rudal lainnya menghantam markas Pasukan Penjaga Pantai Yaman di Distrik Al-Tawahi.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Sabtu menyatakan telah memperbarui imbauan perjalanan bagi sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Irak, Lebanon, dan Israel, dengan menyoroti ancaman dari Houthi.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!