Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Ikan Kampung Nelayan Tembus China: 4 Bulan Raup Rp18,77 Miliar

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 16:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ikan Kampung Nelayan Tembus China: 4 Bulan Raup Rp18,77 Miliar Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, sejak uji coba awal Juni 2026, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I berhasil memperdagangkan 719 ton ikan senilai Rp18,77 miliar

JAKARTA - Program jagoan Presiden Prabowo Subianto, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), langsung kasih bukti cuan. Baru 4 bulan uji coba operasi, program ini sudah memutar ekonomi pesisir hampir Rp19 miliar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, sejak uji coba awal Juni 2026, 65 lokasi KNMP tahap I berhasil memperdagangkan 719 ton ikan senilai Rp18,77 miliar.

"Ini capaian baik di dua tahun kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo bahwa program prioritas beliau benar-benar bermanfaat dan membantu masyarakat pesisir menjadi lebih produktif," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Selasa (20/10).

Nilai Rp18,77 miliar itu bukan angka di atas kertas. Ikan dari KNMP sudah dikirim dan laku keras di pasar domestik: Jakarta, Kendari, Medan, Surabaya, Bandarlampung, Ternate hingga Dompu.

Bahkan, produk perikanan dari KNMP Margasari, Lampung, sudah naik kelas, diekspor langsung ke China.

Komoditasnya pun bukan ikan kaleng-kaleng: tuna, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih. Tidak hanya dijual mentah, KKP juga mendorong hilirisasi jadi produk bernilai tambah seperti tuna loin dan tuna fillet.

"KNMP memang dibangun untuk menghidupkan ekosistem perikanan dari hulu sampai hilir. Jadi selain nelayan yang didorong produktif, ikan-ikan yang dihasilkan juga diolah menjadi produk bernilai tambah," kata Trenggono.

Fasilitas Sultan untuk Nelayan

Tahun 2025, KKP sudah membangun 100 titik KNMP. Sebanyak 65 lokasi sudah uji coba operasi, 35 titik lainnya masih finishing bangunan.

Setiap lokasi dilengkap fasilitas komplit: dermaga, cold storage, mobil berpendingin, sentra kuliner, kios perbekalan, bengkel, hingga pabrik es.

Tak hanya fisik, KKP juga kasih pendampingan bisnis: cari mitra usaha, legalitas, pelatihan administrasi, pengelolaan rantai dingin, literasi keuangan, sampai sertifikasi pengolahan.

KKP juga yang membukakan pintu pasar, menghubungkan koperasi nelayan KNMP dengan pengolah ikan, eksportir, distributor, hingga bank-bank Himbara dan BPD untuk modal.

Dikebut 1.269 Lokasi Lagi

Tak berhenti di 100 titik, di tahun 2026 ini KKP sedang membangun lagi 1.269 lokasi KNMP baru. Konsepnya lebih gila: hub dan penyangga, agar makin banyak desa pesisir terintegrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Menbud Ajak Masyarakat Lestarikan Kebudayaan Melayu

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Lest...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Detik-Detik KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP Buka Suara Soal Nasib Penumpang

Detik-Detik KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP Buka Suara Soal Nasib Penumpang

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.