Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nilai Ekspor Tilapia RI Tertinggi di Dunia, Tapi Pasar Eropa Baru 8,1 Persen

📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 13:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Nilai Ekspor Tilapia RI Tertinggi di Dunia, Tapi Pasar Eropa Baru 8,1 Persen Doc: Antara
Ket. Tilapia Indonesia tercatat memiliki nilai ekspor per kilogram tertinggi di dunia, namun pasar Eropa justru masih menyerap porsi yang kecil. Kondisi inilah yang membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap investor Eropa makin melirik dan memperbesar kemitraan budidaya tilapia dari hulu sampai hilir

TANGERANG - Tilapia Indonesia tercatat memiliki nilai ekspor per kilogram tertinggi di dunia, namun pasar Eropa justru masih menyerap porsi yang kecil. Kondisi inilah yang membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap investor Eropa makin melirik dan memperbesar kemitraan budidaya tilapia dari hulu sampai hilir.

Perwakilan Asosiasi Tilapia Indonesia (ATI), Andhi Trapsilo, memaparkan nilai ekspor tilapia Indonesia pada Januari sampai November 2025 mencapai 87,57 juta dolar AS. Yang membuat tilapia Indonesia istimewa, nilai ekspor per kilogramnya mencapai 6,98 dolar AS, tertinggi di antara eksportir utama dunia seperti China, Kolombia, Vietnam, dan Taiwan.

Nilai tersebut mencerminkan posisi tilapia Indonesia sebagai produk premium, bukan sekadar komoditas murah yang bersaing harga. Namun di balik capaian itu, distribusi pasarnya masih timpang. Amerika Serikat menjadi tujuan utama dengan pangsa 51,7 persen, disusul Kanada sebesar 24,7 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa baru mencapai 7,13 juta dolar AS atau 8,1 persen.

Bagi KKP, angka 8,1 persen itu justru menjadi ruang tumbuh. Eropa dinilai sebagai pasar bernilai tinggi yang sangat cocok dengan karakter tilapia Indonesia yang premium, sekaligus punya standar mutu dan ketertelusuran yang ketat. Karena itu, KKP membuka peluang investasi dan kemitraan kepada para investor peserta Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) 2026 di Tangerang, Banten pada Kamis (15/10) lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keterhubungan kawasan perikanan budidaya di hulu dengan industri pengolahan serta pasar menjadi penting agar hasil panen memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi pembudidaya. Melalui forum ini, KKP mengajak investor untuk duduk bersama, berdiskusi, dan berkolaborasi menemukan solusi terbaik yang saling menguntungkan.

Harapan terhadap investor Eropa tidak hanya soal membeli produk jadi, melainkan juga masuk ke penguatan produksi. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu, menyebut peluang kemitraan mencakup peningkatan mutu benih, efisiensi pakan, kesehatan ikan, serta ketertelusuran produk. Khusus untuk pengembangan tilapia di Pulau Jawa, diarahkan untuk mendukung pemenuhan konsumsi dalam negeri dan penyediaan bahan baku industri pengolahan.

Andhi turut menekankan bahwa industri tilapia mengusung konsep zero waste melalui pemanfaatan seluruh bagian ikan. Selain fillet sebagai produk utama, kulit dan sisik tilapia dapat diolah menjadi bahan baku kolagen serta gelatin, sedangkan bagian lainnya dimanfaatkan untuk tepung dan minyak ikan. Konsep ini membuat nilai ekonomi tilapia semakin besar dan sesuai dengan tren keberlanjutan yang dijunjung pasar Eropa.

Andhi pun menegaskan pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh pelaku industri tilapia di Indonesia.

Selain tilapia, KKP juga menawarkan rumput laut sebagai komoditas kedua yang punya potensi nilai tambah besar. Perwakilan Indonesian Tropical Seaweed Association (INTROSEA), Artati Widarti, menyampaikan pemanfaatan rumput laut tidak terbatas pada produk hidrokoloid seperti karaginan dan agar. Peluang pengembangannya mencakup beragam produk pangan, kosmetik, farmasi, bioplastik, serta bahan pendukung pertanian dan perikanan.

Artati menjelaskan, kemitraan Indonesia-Eropa dapat dikembangkan melalui perdagangan produk turunan, penelitian, investasi, dan pengolahan. Dukungan pengujian mutu, pemenuhan standar, dan akses pasar juga diperlukan agar produk semakin berdaya saing.

Untuk menopang tawaran tersebut, KKP menyiapkan fondasi produksi lewat sejumlah program utama, di antaranya revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa Barat untuk komoditas tilapia, tambak budidaya udang terintegrasi di Waingapu, serta budidaya ikan darat tematik di berbagai wilayah Pulau Jawa. Sedangkan untuk rumput laut, KKP terus melakukan upaya peningkatan produksi di berbagai wilayah termasuk di Pulau Jawa, salah satunya guna mendukung program hilirisasi.

Dengan nilai ekspor per kilogram yang sudah tertinggi di dunia, KKP berharap kemitraan dengan Eropa bisa mendorong volume sekaligus nilai ekspor tilapia Indonesia ke level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen tilapia premium dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.