Perjuangan 3 Tahun Berbuah! Kuota Tuna Sirip Biru RI Naik 25 Persen
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 10:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA -Diplomasi alot bertahun-tahun akhirnya berbuah manis. Indonesia resmi dapat kenaikan kuota tangkapan ikan termahal di dunia, Tuna Sirip Biru Selatan (Southern Bluefin Tuna/SBT) sebesar 25 persen
Keputusan itu diketok di Pertemuan Tahunan ke-33 Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) di Brussel, Belgia, yang berakhir Kamis (8/10).
Kuota Indonesia kini naik dari 1.336 ton menjadi 1.670 ton per tahun untuk periode 2027-2029. Angkanya kini setara dengan negara maju seperti Korea Selatan dan Taiwan.
Belum berhenti di situ. Indonesia bahkan berpeluang mendapat bonus kuota hingga 1.500 ton per tahun dari jatah negara lain yang tidak terpakai. Kalau maksimal, total kuota RI bisa tembus *3.170 ton per tahun!*
"Ini langkah maju yang signifikan bagi Indonesia. Kenaikan kuota dan peluang tambahan ini menunjukkan bahwa diplomasi perikanan Indonesia membuahkan hasil," kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Sabtu (10/10).
Kenapa Indonesia ngotot? Karena punya kartu AS.
Perairan Indonesia adalah *satu-satunya kawasan pemijahan SBT yang diketahui di dunia.* Alias, semua tuna sirip biru di dunia lahirnya di Indonesia!
Fakta itu yang jadi senjata utama delegasi RI yang dipimpin Dirjen Perikanan Tangkap Lotharia Latif.
"Posisi Indonesia berdasarkan pada keadilan, status kami sebagai negara pantai berkembang, dan realitas geografis yang tak terbantahkan sebagai penjaga satu-satunya kawasan pemijahan SBT di dunia," tegas Latif di depan delegasi dunia.
Perjuangan ini bukan instan. Dimulai sejak 2023 di Busan, Korea Selatan, saat RI ajukan proposal ubah mekanisme alokasi. Dilanjut di Bali tahun 2024, di mana Menteri Trenggono bahkan minta kuota 15 persen dari total global atau sekitar 3.000 ton.
Di Brussel kali ini, total tangkapan global (TAC) yang disepakati naik menjadi 23.647 ton per tahun. Indonesia dukung kenaikan berbasis sains sambil terus mengawal keadilan alokasi.
Untuk meyakinkan dunia, RI juga pamerkan pembenahan tata kelola: bayar lunas kelebihan tangkap (payback), perkuat observer di atas kapal, bikin e-Logbook Versi 3, hingga sistem pencatatan hasil tangkapan yang ketat.
Dengan kuota baru ini, nelayan Indonesia siap panen tuna sultan yang harganya bisa ratusan juta per ekor di pasar Jepang!
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!