Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Elektabilitas Cawapres Disurvei, Dedi Mulyadi Raih Posisi Teratas Menurut PPI

8 Senin, 19 Okt 2026, 00:14 WIB | Oleh:
Elektabilitas Cawapres Disurvei, Dedi Mulyadi Raih Posisi Teratas Menurut PPI Elektabilitas Cawapres Disurvei, Dedi Mulyadi Raih Posisi Teratas Menurut PPI Doc: Antara foto
Ket. Tangkapan layar - Hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) yang diluncurkan di Jakarta, Minggu (18/10).

JAKARTA - Hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dalam simulasi elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Direktur Eksekutif Adi Prayitno dalam peluncuran hasil Survei Nasional "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta, Minggu, Gubernur Jawa Barat tersebut memperoleh elektabilitas sebesar 21 persen, unggul dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meraih 14,2 persen.

Selanjutnya, terdapat Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas 7,1 persen dan Anies Baswedan sebesar 7 persen.

Di bawahnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh elektabilitas 4,8 persen, disusul Mahfud MD sebesar 4,4 persen. Sementara itu, Sherly Tjoanda meraih 3,2 persen dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebesar 3,1 persen.

Nama lain yang masuk dalam bursa cawapres antara lain Ganjar Pranowo dengan 2,6 persen, Teddy Indra Wijaya sebesar 1,4 persen, serta Muhaimin Iskandar sebesar 0,9 persen.

Adapun Kaesang Pangarep memperoleh 0,9 persen, disusul Susi Pudjiastuti sebesar 0,8 persen, Anis Matta 0,7 persen, Zulkifli Hasan 0,7 persen, dan Bahlil Lahadalia 0,5 persen.

Sejumlah nama seperti Andi Amran Sulaiman, Raffi Ahmad, Sudaryono, Erick Thohir, Emil Dardak, Rieke Diah Pitaloka mendapat 0,1 persen. Sementara itu, 3,5 persen responden memilih nama lain dan 20,8 persen tidak memberikan jawaban.

Dalam temuan survei yang sama, tingkat pengenalan publik terhadap Gibran mencapai 93,8 persen, menempati posisi kedua setelah Prabowo Subianto sebesar 96,8 persen. Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan 90,9 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 85,8 persen dan Dedi Mulyadi sebesar 84,3 persen.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa tingginya tingkat pengenalan publik terhadap seorang tokoh tidak serta-merta menempatkannya di posisi teratas dalam simulasi elektabilitas cawapres.

Meski demikian, hasil survei ini merupakan gambaran preferensi responden pada saat survei dilakukan dan bukan prediksi pasti hasil Pilpres 2029. Elektabilitas para tokoh masih berpotensi berubah seiring perkembangan politik dan dinamika pencalonan menjelang pemilu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Ekonomi
Kabar Baik untuk Peternak! ...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.