MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal, IHSG Ambruk dan Reformasi Indonesia Diuji
Minggu, 18 Okt 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPengamat politik Bawono Kumoro menilai kunjungan tersebut penting untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dan memberikan keyakinan kepada pelaku pasar.
"Kunjungan Sufmi Dasco sebagai representasi dari pimpinan DPR RI bersama dengan Ketua OJK dan CEO Danantara serta Kapolri ini sangat penting dalam konteks untuk berkoordinasi dengan pemangku otoritas terkait bagaimana perbaikan regulasi itu harus dilakukan demi menjaga stabilitas dan trust pasar modal," kata Bawono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, koordinasi tersebut diharapkan dapat meyakinkan investor global maupun investor ritel untuk tetap berinvestasi di pasar saham Indonesia.
Gejolak Pasar
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha tetap optimistis menghadapi gejolak pasar.
"IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat," kata Ade Jona dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menilai Indonesia masih memiliki potensi ekonomi, kekuatan sektor riil, dan peluang investasi yang perlu terus dikembangkan. Menurut dia, kondisi ekonomi nasional tidak dapat diukur hanya dari pergerakan indeks saham, tetapi juga dari aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama," ujarnya.
Meski demikian, optimisme perlu disertai pembenahan yang terukur. Pasar modal merupakan salah satu sumber pendanaan bagi ekspansi usaha, pembangunan fasilitas produksi, dan penciptaan lapangan kerja. Ketika kepercayaan investor melemah, perusahaan berpotensi menghadapi biaya pendanaan lebih tinggi, sementara sebagian modal dapat beralih ke pasar lain yang dinilai memiliki kepastian lebih baik.
Karena itu, tantangan Indonesia bukan semata-mata mempertahankan label emerging market, melainkan memastikan informasi kepemilikan saham dapat diverifikasi, aturan diterapkan secara konsisten, dan pelanggaran ditindak secara tegas.
Tanpa pembenahan yang nyata, pernyataan dukungan dan koordinasi antarlembaga berisiko hanya menjadi respons jangka pendek terhadap gejolak pasar. Kepercayaan investor pada akhirnya bergantung pada transparansi, kepastian hukum, dan bukti bahwa reformasi pasar modal benar-benar berjalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!