Tekan Inflasi, Pemkot Tangerang Harapkan Petani Lokal Penuhi Kebutuhan Cabai
Sabtu, 07 Nov 2026, 20:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang, Banten, mengharapkan petani lokal memenuhi kebutuhan cabai masyarakat dalam upaya menekan inflasi karena adanya kenaikan harga di musim kemarau.
Asisten Daerah bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, di Tangerang, Sabtu (07/11), mengatakan kenaikan harga cabai terjadi serentak di sejumlah daerah.
Maka itu, sebagai solusi, pemkot menggencarkan warga untuk melaksanakan urban farming dengan bibit cabai bisa diperoleh gratis di Dinas Ketahanan Pangan (DKP).
"Data inflasi bulan Oktober sebesar 2,13 persen, harga cabai merah mengalami inflasi sebesar 20,42 dan cabai rawit sebesar 4,48 yang mendominasi sejak periode bulan sebelumnya," kata Ruta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Tangerang masih menjadi daerah dengan angka inflasi terendah di Provinsi Banten, yakni 2,13 persen (year on year) dan 0,16 persen (month to month) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,52.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Namun, Pemkot Tangerang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga sekaligus ketersediaan pasokan untuk menjaga stabilitas menuju akhir tahun nanti," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengatakan optimalisasi peran 76 kelompok wanita tani (KWT) menjadi bagian strategi dalam upaya meningkatkan produktivitas pangan dan kemandirian masyarakat.
"Melalui kelompok ini, perempuan memperoleh ruang untuk terlibat aktif dalam kegiatan pertanian, mulai dari pemanfaatan lahan, budi daya tanaman, hingga pengembangan potensi pangan di lingkungan tempat tinggal," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan keberadaan KWT juga menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia di tengah keterbatasan ruang perkotaan. Kegiatan pertanian dapat dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan rumah maupun lahan bersama untuk menanam berbagai komoditas pangan dan hortikultura.
"Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan KWT turut mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga. Hasil budi daya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!