Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Treking Cibaliung: Dari Tanjakan Kering ke Gemericik Air

7 Sabtu, 07 Nov 2026, 13:45 WIB | Oleh:
Treking Cibaliung: Dari Tanjakan Kering ke Gemericik Air Treking Cibaliung: Dari Tanjakan Kering ke Gemericik Air Doc: ANTARA/HO-Ramadhan Pohan
Ket. Penulis saat treking di kawasan perbukitan Cibaliung, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Dalam setiap perjalanan bersama alam, kita menerima jauh lebih banyak daripada yang kita cari.” — John Muir (1838–1914), naturalis, penulis alam Amerika

Jakarta --Kali ini perjalanan saya adalah traveling, treking Cibaliung, Sabtu pagi, 5 September. Bukan pendakian gunung tinggi, tetapi juga bukan jalan santai di taman.

Cibaliung berada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, sebuah kawasan perbukitan dengan ketinggian desa sekitar 529 meter di atas permukaan laut.Itu angka kawasan, bukan elevasi presisi titik Curug Cibaliung.

Watak treknya dibentuk oleh tanjakan, jalan tanah dan batu, kebun, hutan, sungai, leuwi, serta curug. Rute kategori medium di kawasan Leuwi Hejo–Cibaliung lazimnya sekitar 6–7 kilometer pulang-pergi, menghubungkan titik-titik seperti Leuwi Hejo, Benjol, Barong, Ceupet, Lieuk, Lengsa hingga Cibaliung. Di atas kertas terdengar sedang. Di kaki, ceritanya lain.

Pukul 07.10 kami tiba di JungleLand, titik temu pertama dengan guide, Egi. Belum juga sepatu treking benar-benar bekerja, perjalanan sudah memberi pembuka. Baru sekitar lima menit mobil bergerak menuju basecamp, kendaraan tersendat. Jalan aspal kecil dan sempit, tetapi dua arah. Mobil pribadi, sepeda motor, bahkan truk saling berbagi ruang.

Macet pertama sekitar tujuh menit. Setelah lancar, jalan mulai naik-turun mengikuti kontur perbukitan. Rumah dan bangunan perlahan berkurang, hutan serta kebun mengambil alih pemandangan. Kabut tipis menggantung di punggungan. Tidak lama kemudian kami kembali antre sekitar lima menit di jalan mendaki yang aspalnya rusak dan berlubang.

Di depan kami terlihat sekitar lima mobil bak terbuka membawa para trekker. Belum sampai hutan, suasana wisata akhir pekan sudah terasa.

Sepanjang jalan, papan wisata bermunculan: camping ground, Curug Mutiara, Gunung Keramat, glamping, trekking, family gathering.

Perbukitan Karang Tengah rupanya bukan lagi ruang sunyi yang hanya dikenal warga. Ia tumbuh menjadi koridor wisata alam dengan ekonomi kecil yang hidup di sekelilingnya. Tetapi jalannya belum sepenuhnya mengikuti pertumbuhan itu. Mobil wisata, angkutan bak terbuka, motor warga, truk, semuanya bernegosiasi di jalan desa yang sama.

Setelah loket, —kami tiba di basecamp. Pukul 08.29, sebelum melangkah, Egi memimpin doa.

Lalu mulailah bagian yang segera mengoreksi bayangan tentang istilah trek medium: hampir satu jam pertama, tanjakan seperti enggan berakhir.

Tanjakan, debu, dan irama napas

Musim sedang kemarau. September cerah. Tanah kering, keras, dan pada beberapa tempat berdebu. Sepatu menginjak campuran tanah padat, kerikil, batu menonjol dan akar. Jalannya kadang cukup sempit di sisi lereng.

Kaki tak bisa sembarangan diletakkan. Sesekali saya harus berhenti sepersekian detik untuk memilih pijakan, memindahkan bobot badan, lalu melangkah lagi. Napas mulai menemukan iramanya sendiri: tarik, buang, melangkah. Tarik, buang, melangkah lagi. Ritmis.

Di salah satu bagian terdapat papan peringatan rawan tanah longsor dan pohon tumbang. Tidak jauh kemudian muncul petunjuk jarak: Leuwi Ceupet sekitar 1,5 kilometer, Leuwi Lieuk dua kilometer, Cibaliung sekitar 3,3 kilometer.

Masih jauh perjalanan. Anehnya, justru di situlah treking mulai nikmat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.