Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Anak yang Menyesuaikan Sekolah, Wira's Playroom Terapkan Pembelajaran Individual

6 Jumat, 06 Nov 2026, 12:50 WIB | Oleh:
Bukan Anak yang Menyesuaikan Sekolah, Wira's Playroom Terapkan Pembelajaran Individual Bukan Anak yang Menyesuaikan Sekolah, Wira's Playroom Terapkan Pembelajaran Individual Doc: Wira's Playroom
Ket. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara), Pendiri Saraswati Learning Center, bersama Reshma Wijaya, Co-Founder Wira's Playroom. Wira's Playroom resmi dibuka di Kemang, Jakarta Selatan. Sekolah inklusif ini mengembangkan pembelajaran berbasis kebutuhan anak melalui pendekatan bermain dan dukungan perkembangan terintegrasi.

JAKARTA – Wira's Playroom, ruang pendidikan inklusif bagi anak dengan kebutuhan belajar dan perkembangan yang beragam, resmi dibuka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Lembaga pendidikan yang didirikan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Reshma Wijaya ini mengusung pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan setiap anak, bukan sebaliknya.

Kehadiran Wira's Playroom berangkat dari gagasan bahwa setiap anak memiliki karakteristik, potensi, dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan perlu dirancang agar mampu mengakomodasi keberagaman tersebut sehingga anak dapat berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif yang menempatkan keberagaman peserta didik sebagai bagian dari sistem pendidikan. Laporan Global Education Monitoring Report 2020 oleh UNESCO juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif dalam mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial dan emosional, kepercayaan diri, serta penerimaan anak di lingkungan sekolah.

Salah satu pendiri Wira's Playroom, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara, mengatakan gagasan mendirikan lembaga tersebut berawal dari pengalamannya mendampingi tumbuh kembang putranya, Wira, yang memiliki Down Syndrome.

Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa tantangan keluarga bukan sekadar mencari sekolah yang bersedia menerima anak berkebutuhan khusus, melainkan menemukan lingkungan pendidikan yang benar-benar memahami kebutuhan dan mampu mendukung perkembangan mereka.

Menurut Sara, sistem pembelajaran yang seragam berisiko membuat anak dengan kebutuhan berbeda tidak memperoleh dukungan yang sesuai. Oleh karena itu, sekolah seharusnya mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakteristik setiap peserta didik.

"Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira's Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak," ujar Sara melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (6/11).

Ia menambahkan, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam lingkungan yang membuat mereka merasa diterima, bahagia, dan memiliki kepercayaan diri.

Pendekatan Bermain untuk Mengembangkan Potensi Anak Dalam mengembangkan sistem pembelajarannya, Wira's Playroom bekerja sama dengan Reshma Wijaya, pendiri Saraswati Learning Center yang memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Reshma, yang juga merupakan ibu dari Cheryl dengan Down Syndrome, membawa pengalaman pribadinya dalam merangkaikan kerangka pendidikan di Wira's Playroom. Ia meyakini bahwa diagnosis tertentu tidak menentukan batas kemampuan maupun masa depan seorang anak.

Filosofi pembelajaran yang diterapkan mengusung konsep play with purpose, yakni pendekatan yang menjadikan aktivitas bermain sebagai bagian penting dari proses belajar.

Melalui metode tersebut, setiap kegiatan bermain dirancang memiliki tujuan pembelajaran. Anak diberikan kesempatan untuk bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan sosial, mengembangkan kemandirian, serta mengenali potensi dan kekuatan dirinya.

Reshma menjelaskan bahwa bermain merupakan salah satu cara alami bagi anak untuk memahami lingkungan dan mengembangkan berbagai kemampuan. Oleh karena itu, kegiatan bermain tidak ditempatkan sebagai aktivitas tambahan di luar pembelajaran, melainkan menjadi bagian dari proses pendidikan.

"Perjalanan saya dimulai bersama Cheryl, yang mengajarkan saya bahwa sebuah diagnosis tidak menentukan batas kemampuan dan masa depan seorang anak. Keyakinan inilah yang terus membentuk cara saya memandang pendidikan," kata Reshma.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap cara belajar setiap anak menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan memberikan kesempatan untuk bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman, berbagai potensi anak diharapkan dapat berkembang secara optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Ahli Hukum Pidana : Dakwaan Kasus Kuota Haji Janggal

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahli Hukum Pidana : Dakwaan...

Kereta yang Berangkat dari Gambir Ditambah Enam Menjadi 45

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kereta yang Berangkat dari ...
Olahraga
Cari Tim Kuat untuk FIFA Ma...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.