Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Ahli Serukan Perubahan Iklim Jadi Darurat Kesehatan Global

7 Sabtu, 07 Nov 2026, 20:52 WIB | Oleh:
Para Ahli Serukan Perubahan Iklim Jadi Darurat Kesehatan Global Para Ahli Serukan Perubahan Iklim Jadi Darurat Kesehatan Global Doc: Magnific

SYDNEY — Para ahli menyerukan agar perubahan iklim ditetapkan sebagai darurat kesehatan global. Seruan tersebut muncul menyusul meningkatnya dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia di seluruh dunia, dilansir dari kantor berita Xinhua, Sabtu (7/11).

Seruan ini disampaikan dalam laporan The Lancet Countdown on Health and Climate Change 2026 yang melibatkan para peneliti dari berbagai institusi. Laporan tersebut menemukan bahwa risiko kesehatan akibat perubahan iklim meningkat lebih cepat dalam satu dekade setelah Perjanjian Paris 2015.

Peningkatan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya. Penelitian ini disusun oleh 146 peneliti dari 71 institusi, termasuk tujuh peneliti dari Universitas Sydney.

Salah satu dampak perubahan iklim yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya angka kematian akibat suhu panas. Selama periode 2016 hingga 2023, suhu panas menyebabkan rata-rata sekitar 540.800 kematian setiap tahun.

Perubahan iklim diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 68 persen dari jumlah kematian tersebut. Pada 2023, yang tercatat sebagai tahun terpanas dalam periode penelitian, suhu panas dikaitkan dengan sekitar 710.000 kematian di seluruh dunia.

Lebih dari 70 persen kematian tersebut diperkirakan berkaitan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Laporan tersebut dipimpin oleh University College London melalui kolaborasi strategis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penelitian tersebut juga menyoroti dampak suhu panas terhadap produktivitas tenaga kerja. Paparan suhu panas menyebabkan hilangnya sekitar 573 miliar jam kerja potensial pada 2025.

Kondisi tersebut diperkirakan menimbulkan potensi kerugian pendapatan sebesar 1,07 triliun dollar AS (Rp19,3 kuadriliun). Di sisi lain, investasi global di sektor energi bersih mencapai rekor 2,1 triliun dollar AS (Rp38,02 kuadriliun) pada 2025.

Namun, bahan bakar fosil masih menyumbang lebih dari 80 persen pasokan energi dunia. Polusi yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar fosil diperkirakan berkaitan dengan sekitar 2,73 juta kematian setiap tahun.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Para ahli menilai diperlukan perhatian dan upaya global yang lebih serius untuk mengatasi perubahan iklim. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pemkot Bekasi Optimistis Ca...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Gagas Kebijak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.