Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wall Street Babak Belur, $3,2 Triliun Lebih Nilai Saham AS Menguap Gara-Gara Kepanikan AI

6 Jumat, 06 Nov 2026, 16:54 WIB | Oleh:
Wall Street Babak Belur, $3,2 Triliun Lebih Nilai Saham AS Menguap Gara-Gara Kepanikan AI Wall Street Babak Belur, $3,2 Triliun Lebih Nilai Saham AS Menguap Gara-Gara Kepanikan AI Doc: Istimewa
Ket. Kombinasi ketidakpastian politik, kekhawatiran regulasi, dan pertanyaan mengenai keberlanjutan belanja AI telah membuat investor semakin berhati-hati.

NEW YORK CITY – Pasar saham global mengalami tekanan hebat setelah investor berbondong-bondong melepas saham teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap masa depan investasi kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat.

Dari The Guardian, gejolak tersebut terjadi setelah Partai Demokrat mencatat keberhasilan dalam pemilihan paruh waktu AS. Kemenangan politik itu memunculkan kekhawatiran baru di kalangan investor mengenai arah kebijakan pemerintahan dan parlemen, terutama terkait regulasi perusahaan teknologi serta pembangunan pusat data AI.

Dampaknya langsung terasa di Wall Street. Lebih dari 3,2 triliun dolar AS nilai pasar saham Amerika Serikat dilaporkan lenyap dalam perdagangan sehari sebelumnya.

Gelombang aksi jual kemudian menjalar ke pasar Asia-Pasifik pada Jumat (6/11). Sejumlah indeks utama di kawasan tersebut kompak terperosok ke zona merah.

Indeks Nikkei Jepang bahkan anjlok hampir 6 persen. Penurunan tersebut menjadi yang terburuk sejak 7 April 2025, ketika pasar global dilanda kepanikan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.

Tekanan lebih dalam dialami Korea Selatan. Indeks KOSPI merosot 6,7 persen, sedangkan indeks TAIEX Taiwan terkoreksi 4,5 persen.

Kepala wilayah Asia dan Timur Tengah CMC Markets, Christopher Forbes, menggambarkan situasi perdagangan tersebut sebagai kondisi yang sangat buruk.

Dia mengatakan banyak investor yang sebelumnya mengambil posisi beli pada indeks maupun saham justru menghadapi kerugian besar. Situasi itu bahkan memicu gelombang permintaan tambahan jaminan transaksi atau margin call dari perusahaan pialang kepada para klien.

Menurut Forbes, persoalan yang dihadapi pasar bukan semata-mata penyesuaian valuasi saham. Investor juga mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan kebijakan dan pergeseran struktural yang dapat memengaruhi investasi AI, pembangunan pusat data, proses perizinan hingga pendanaan pasar modal.

Tekanan sebelumnya juga menghantam bursa Amerika Serikat. Indeks teknologi Nasdaq terjun 5,5 persen, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 1.833,06 poin atau 3,44 persen. Adapun S&P 500 melemah 4,36 persen.

Saham perusahaan semikonduktor menjadi salah satu korban terbesar dalam aksi jual tersebut. SanDisk terpuruk 22 persen, sementara Micron dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing kehilangan sekitar 17 persen nilai sahamnya.

Raksasa chip Nvidia juga tidak luput dari tekanan. Saham perusahaan yang menjadi salah satu pemain utama dalam industri infrastruktur AI tersebut anjlok lebih dari 9 persen.

Analis menilai keberhasilan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu menambah ketidakpastian bagi sektor teknologi. Partai tersebut dinilai lebih kritis terhadap ekspansi pusat data, yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan investasi AI.

Jika tekanan politik berujung pada regulasi lebih ketat, proses perizinan yang lebih panjang atau pembatasan pembangunan pusat data, ekspansi industri AI berpotensi menghadapi hambatan.

Analis pasar keuangan senior Capital.com, Kyle Rodda, menyebut aksi jual tersebut sebagai gelombang pelepasan saham yang sangat brutal.

Menurut dia, investor mulai menghitung konsekuensi dari perubahan komposisi kekuasaan di Kongres AS terhadap regulasi teknologi dan perkembangan industri AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.