Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendikdasmen Ungkap 14.000 Desa yang Belum Memiliki TK

7 Sabtu, 07 Nov 2026, 21:18 WIB | Oleh:
Mendikdasmen Ungkap 14.000 Desa yang Belum Memiliki TK Mendikdasmen Ungkap 14.000 Desa yang Belum Memiliki TK Doc: Kemendikdasmen
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyoroti 14.000 desa yang belum memiliki taman kanak-kanak (TK). Kondisi ini menunjukkan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia masih belum merata.

Abdul Mu’ti mengatakan, jangkauan layanan TK di sejumlah daerah masih berbeda. Beberapa wilayah bahkan masih memiliki desa yang belum terjangkau fasilitas pendidikan anak usia dini.

"Meskipun kalau kita lihat di Jakarta, Lampung, atau mungkin Jawa Barat, sebagian besar desa sudah terjangkau. Bahkan satu desa memiliki beberapa TK, masih ada dalam data kami 14.000 desa yang belum memiliki taman kanak-kanak," ujar dia dikutip dari siaran pers pada laman Kemendikdasmen pada Sabtu (7/11).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemendikdasmen menargetkan perluasan layanan PAUD hingga akhir 2026. Upaya ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun.

Selain memperluas akses, pemerintah juga memperhatikan kondisi bangunan TK yang membutuhkan perbaikan. Abdul Mu’ti meminta penerima bantuan menggunakan dana revitalisasi sesuai ketentuan.

"Semua dana yang kita salurkan ini untuk memperbaiki TK yang rusak. Kami berharap agar semuanya dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan berintegritas," kata dia.

Ia menjelaskan, pengelola satuan pendidikan diberikan keleluasaan dalam melaksanakan revitalisasi sesuai kondisi lapangan. Namun setiap kendala, termasuk akibat bencana alam, harus segera dilaporkan.

Selanjutnya, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan PNFI, Gogot Suharwoto, menyampaikan sasaran revitalisasi PAUD 2026 mencapai 19.940 sekolah. Jumlah tersebut terdiri atas 3.865 sekolah melalui jalur reguler dan 16.075 sekolah melalui Alokasi Biaya Tambahan (ABT).

"Saat ini kita sudah PKS dengan 17.267 sekolah PAUD. Dengan nilai total 10,9 T," kata dia.

Program revitalisasi tersebut juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengelolaan PAUD oleh masyarakat. Sebab, sekitar 95 persen satuan PAUD di Indonesia dikelola masyarakat. Sementara itu, sekolah negeri hanya mencakup sekitar 5 persen. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
OJK Telah Terima 94.363 Pen...
Olahraga
Luar Biasa Seru, Persija Tu...
Luar Negeri
Para Ahli Serukan Perubahan...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Optimistis Ca...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.