Dua Petani Perempuan RI Diakui FAO, Pahlawan Pangan dari Desa Mendunia
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat partisipasi perempuan dalam agribisnis, serta memperluas akses teknologi dan pasar guna mendukung pembangunan ekonomi perdesaan.
Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal menilai kiprah Istiqamah dan Rulyantina memperlihatkan manfaat pemberdayaan perempuan bagi perekonomian dan ketahanan pangan.
"Kinerja luar biasa Ibu Istiqamah dan Ibu Rulyantina menunjukkan bahwa ketika kita menutup kesenjangan gender dan berinvestasi pada perempuan, semua pihak akan mendapatkan manfaatnya," ujar Rajendra.
Berdasarkan data FAO pada 2023, perempuan mencakup sekitar 42 persen tenaga kerja dalam sistem pangan dan pertanian global.
Namun, kesenjangan produktivitas lahan pertanian antara perempuan dan laki-laki masih mencapai 24 persen.
FAO memperkirakan pengurangan kesenjangan gender dalam produktivitas pertanian dan upah dapat menekan jumlah masyarakat yang mengalami kerawanan pangan hingga 45 juta orang di seluruh dunia.
Pemilihan 100 Pahlawan Perempuan FAO atau "FAO 100 Women Heroes" dilakukan melalui proses seleksi terhadap 609 nominasi yang diajukan oleh 131 negara anggota FAO.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari peringatan Tahun Internasional Petani Perempuan 2026 dan rangkaian kegiatan menjelang Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!