Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Durian hingga Kapulaga RI Diburu Tiongkok, Ekspor Rempah dan Buah Makin Menggiurkan

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Durian hingga Kapulaga RI Diburu Tiongkok, Ekspor Rempah dan Buah Makin Menggiurkan Doc: ANTARA FOTO/ Basri Marzuki
Ket. Ilustrasi-Sejumlah pekerja membersihkan buah durian segar pada simulasi audit fasilitas ekspor durian segar di PT Nusantara King Fruit di Palu, Sulawesi Tengah.

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat produk olahan durian hingga biji kapulaga kian diminati oleh pasar Tiongkok, sehingga membuka peluang ekspor yang lebih luas lagi bagi produsen di Indonesia.

Atase Perdagangan RI di Beijing Junita Syartika di sela Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Jumat (16/10), mengatakan perdagangan durian beku dari Indonesia di Tiongkok sudah mencapai Rp1 triliun per Juli 2026.

“Pada sampai periode bulan Juli, perdagangan durian beku kita di Tiongkok sudah mencapai Rp1 triliun sampai Juli, atau 56 juta dolar AS. Pada tahun ini, saya mendapat 3 MoU (nota kesepahaman) besar untuk durian, dengan 50 juta dolar AS (di antaranya) itu untuk perdagangan,” ujar Junita.

Lebih lanjut, ia mengatakan, hal ini sejalan dengan buah dan biji-bijian yang menjadi salah satu komoditas utama penyumbang kinerja ekspor ASEAN ke Tiongkok, dengan nominal sebesar 11 miliar dolar AS.

Sementara itu, kapulaga sendiri diminati oleh pasar di Negeri Tirai Bambu karena sangat dibutuhkan dalam produksi obat-obatan tradisional Tiongkok (traditional Chinese medicine/TCM).

“Untuk kategori farmasi ini, bahan-bahan dari kita itu sangat banyak dicari. Salah satu yang paling urgent yang sering mereka cari itu adalah kapulaga. Kapulaga ini menjadi salah satu ingredient yang ada di TCM,” kata Junita.

Oleh karena itu, Junita menilai penting bagi para produsen atau pengusaha Indonesia yang ingin menembus pasar ekspor melalui produk-produk yang memiliki permintaan tinggi (high demand) di luar negeri untuk memiliki informasi lengkap dan terbaru, terutama untuk ketentuan produk, tarif dagang, hingga perjanjian dagang dan fasilitas pendukung lainnya yang sudah disiapkan pemerintah.

“Jangan sampai tarif yang harusnya kita bayar gratis atau cuma 5 persen saja, malah jadinya kita bayar penuh karena kita tidak aware,” kata Junita.

Lebih jauh, ia menilai, dengan adanya informasi dan pemanfaatan perjanjian-perjanjian perdagangan yang sudah ada, maka inovasi produk dan kelancaran perdagangan bisa berjalan dengan beriringan dan berkelanjutan.

“Dengan kita aware (sadar), kita membangun produk kita dengan bagus, kita juga me-build (bangun) pengetahuan, kita membekali diri kita dengan product knowledge (pengetahuan produk) kita yang sangat bagus,” kata Junita.

“Once kita sudah menguasai kemasan bagus, promosi bagus, kita aware sama peraturan yang ada, no one can stop you (tidak ada satupun dapat menghentikanmu),” ujarnya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.