Bali Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Dukung Target 100 Persen Energi Terbarukan di Nusa Penida
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 17:18 WIB | Oleh: Haryo BronoDi Bali, kegiatan percontohan GESIT dilaksanakan dengan dukungan PKET untuk mempelajari bagaimana penyiapan sumber daya manusia dapat mendukung transisi energi di Nusa Penida. Hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan dan pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan industri, lembaga pendidikan, serta masyarakat setempat.
Sejumlah pendekatan untuk memasukkan kompetensi energi terbarukan ke dalam pendidikan vokasi telah diuji. Pendekatan tersebut meliputi pengembangan konsentrasi keahlian, integrasi mata pelajaran pilihan dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan ekstrakurikuler, serta pelibatan praktisi industri sebagai guru tamu.
Lima SMK percontohan di Bali juga didorong untuk memperkuat fasilitas praktik agar sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, peningkatan kompetensi dan sertifikasi guru menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tenaga pendidik yang mampu menyampaikan keterampilan teknis secara relevan.
Mengenalkan Peluang Karier di Sektor Energi Bersih
Sebaiknya Anda baca juga:
SHEB 2026 juga menjadi sarana untuk mengenalkan pekerjaan hijau kepada generasi muda. Melalui sesi bertajuk “Ngobrolin Energi: Kenalan dengan Green Jobs di Sektor Energi Bersih”, para peserta memperoleh informasi mengenai peluang karier, keterampilan yang dibutuhkan, serta pengalaman dari praktisi industri dan akademisi.
Kegiatan tersebut dilengkapi dengan sesi pembelajaran kreatif, kehadiran komika sekaligus kreator konten Bali Kak Onyot, Gerai Edukasi, dan Green Jobs Clinic. Melalui klinik ini, peserta dapat berkonsultasi langsung dengan praktisi industri mengenai peluang kerja dan kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki sektor energi terbarukan.
Rangkaian kegiatan SHEB 2026 juga mencakup kunjungan pembelajaran ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bali Timur berkapasitas 25 megawatt-peak (MWp) di Karangasem pada 14 Oktober 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas siswa dan guru SMK, mahasiswa, serta instruktur pelatihan mengikuti kunjungan tersebut. Mereka berkesempatan melihat secara langsung pengoperasian pembangkit energi terbarukan sekaligus mengenal jenis pekerjaan dan kompetensi teknis yang dibutuhkan dalam pengelolaan fasilitas tersebut.
Pengalaman lapangan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami penerapan pengetahuan yang diperoleh di lembaga pendidikan serta memberikan gambaran lebih konkret mengenai peluang karier di sektor energi bersih.
Selain kegiatan edukasi, rangkaian GESIT dan SHEB 2026 menghadirkan kompetisi Bali Renewable Energy Young Innovators (BREYI) 2026. Kompetisi ini diikuti 118 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui dua kategori, yakni inovasi teknologi dan inovasi sosial.
Empat finalis dari Universitas Udayana, Institut Teknologi Nasional Bandung, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Negeri Gorontalo mempresentasi gagasan mereka di hadapan dewan juri dan peserta SHEB 2026.
Kompetisi video edukasi mengenai PLTS bagi siswa SMK di Bali juga diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Sebanyak sembilan finalis terpilih menampilkan karya mereka dalam acara tersebut.
Kedua kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan gagasan serta meningkatkan pemahaman mengenai energi terbarukan. Selain itu, keterlibatan generasi muda diharapkan mendorong munculnya inovasi yang dapat mendukung transisi energi sesuai kebutuhan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!