Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Udara di Kota Makassar Memburuk, Wali Kota Cari Solusi Atasi Kabut Asap

6 Jumat, 16 Okt 2026, 18:08 WIB | Oleh:
Kualitas Udara di Kota Makassar Memburuk, Wali Kota Cari Solusi Atasi Kabut Asap Kualitas Udara di Kota Makassar Memburuk, Wali Kota Cari Solusi Atasi Kabut Asap Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin pantau kabut asap di kantor BMKG.

MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin memantau kabut asap di kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kelas I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk mencari langkah untuk merespons hal tersebut.

Munafri Arifuddin memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus menggali informasi mengenai perkembangan kabut asap dan potensi perubahan cuaca di Makassar, Jumat (16/10).

"Langkah ini kami lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ucapnya.

Appi,  sapaan akrab Munafri Arifuddin, didampingi Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto menerima penjelasan mengenai kabut asap tersebut.

"Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca, sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara. Kita butuh solusi," katanya.

"Ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar," sambung Appi.

Berdasarkan penjelasan pihak BMKG Bandara Sultan Hasanuddin saat kunjungan tersebut, kata dia, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, lanjut Munafri, pemerintah kota tetap perlu mencermati perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

"Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, tapi kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan," jelasnya.

Di tengah situasi tersebut, Appi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, pembakaran terbuka dapat memperburuk kualitas udara, terutama ketika polutan dari asap kiriman masih menyelimuti wilayah perkotaan.

"Karena itu upaya menjaga kualitas udara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara," ucap Wali Kota Munafri Arifuddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.