Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Efisiensi Industri, SUN Integrasikan Energi Surya dan Elektrifikasi

6 Kamis, 15 Okt 2026, 21:47 WIB | Oleh:
Dorong Efisiensi Industri, SUN Integrasikan Energi Surya dan Elektrifikasi Dorong Efisiensi Industri, SUN Integrasikan Energi Surya dan Elektrifikasi Doc: Koran Jakarta/Haryo Brono
Ket. Sesi foto dalam Media Gathering bertema “Sun 10th Year Anniversary: A Decade of Impact” di Jakarta pada hari Kamis (15/10/2026). SUN mencatat kapasitas energi surya lebih dari 500 MW melalui 400 proyek selama satu dekade. Kini, perusahaan memperluas bisnis ke elektrifikasi industri, kendaraan listrik, dan PLTS skala besar.

JAKARTA — Perusahaan energi bersih SUN telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 500 megawatt (MW) melalui lebih dari 400 proyek selama satu dekade beroperasi. Memasuki tahun ke-10, perusahaan tersebut memperluas bisnisnya dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menuju solusi elektrifikasi terintegrasi untuk mendukung efisiensi operasional industri.

Sejak berdiri pada 2016, SUN mengembangkan portofolio proyek di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand. Proyek-proyek tersebut menjangkau berbagai sektor, mulai dari pertambangan, semen, barang konsumsi atau fast-moving consumer goods (FMCG), logistik, kertas, kemasan, elektronik, komponen otomotif, hingga farmasi.

Pertumbuhan portofolio tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan energi bersih oleh sektor industri, tidak hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya dan peningkatan daya saing.

Berdasarkan estimasi produksi energi bersih pada 2026, proyek-proyek SUN diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 244.549 ton per tahun. Angka tersebut setara dengan dampak penanaman sekitar 4,06 juta pohon.

Director of Power SUN Jefferson Kuesar mengatakan, pengalaman selama sepuluh tahun menjadi landasan perusahaan untuk memperluas solusi energi bersih yang terintegrasi dengan kebutuhan operasional pelanggan.

“Sepuluh tahun pertama SUN menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri terhadap efisiensi, keandalan, dan daya saing. Memasuki dekade berikutnya, kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan,” ujar Jefferson dalam Media Gathering bertema “Sun 10th Year Anniversary: A Decade of Impact” di Jakarta pada hari Kamis (15/10/2026).

Perluas Solusi Elektrifikasi Industri

Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, SUN memperluas layanan dari pengembangan energi surya ke sistem elektrifikasi yang mencakup pembangkit listrik tenaga surya, penyimpanan dan manajemen energi, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta sistem digital untuk pengelolaan energi dan armada.

Pengembangan solusi tersebut terutama menyasar sektor yang memiliki kebutuhan energi dan aktivitas operasional tinggi, seperti pertambangan, perkebunan, logistik, manufaktur, kawasan industri, dan FMCG.

Untuk elektrifikasi armada, perusahaan merancang implementasi berdasarkan kebutuhan setiap pelanggan. Pertimbangan tersebut meliputi jenis kendaraan, pola perjalanan, jarak tempuh, kondisi medan, kebutuhan pengisian daya, hingga ketersediaan pasokan energi di lokasi operasional.

Melalui lini bisnis Mobility, SUN menawarkan pendekatan yang mencakup penyediaan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pengisian daya, pembiayaan atau penyewaan, pemeliharaan kendaraan, serta pemantauan armada melalui Fleet Management System.

Salah satu studi kasus SUN pada distributor FMCG di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menunjukkan potensi penghematan biaya energi hingga 83,6 persen per perjalanan melalui penggunaan truk listrik. Studi tersebut menggunakan skenario perjalanan sekitar 50 kilometer dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 17.00.

Selain penghematan biaya energi, penggunaan truk listrik dalam studi kasus tersebut diperkirakan dapat menurunkan total biaya kepemilikan dan operasional sekitar 15 persen. Perhitungan itu didasarkan pada ketersediaan listrik jaringan dan pola operasional pelanggan.

Director of Mobility SUN Karina Darmawan mengatakan, keberhasilan elektrifikasi armada bergantung pada kesiapan keseluruhan sistem operasional, bukan sekadar penggantian kendaraan berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik.

“Elektrifikasi armada perlu dirancang sebagai bagian dari sistem operasional, bukan hanya melalui penggantian kendaraan. Infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, pemeliharaan, dan sumber energi perlu dipersiapkan secara bersamaan agar transisi dapat berjalan efektif dan terukur,” kata Karina.

Kembangkan PLTS Skala Besar

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Jadi Tim Pertama Lolos ke B...

Underpass Bitung Diharapkan Mengurai Kemacetan

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Underpass Bitung Diharapkan...
Olahraga
Menang Besar 6-0, Jadi Moda...

UNESCO Beri Status Hijau kepada 5 Geopark Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
UNESCO Beri Status Hijau ke...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kalah Telak di Pemilu Paruh Waktu, Trump Tetap Pertahankan Kebijakan Tarif

Kalah Telak di Pemilu Paruh Waktu, Trump Tetap Pertahankan Kebijakan Tarif

06 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.