Bakpia Day Perkuat Identitas Patuk sebagai Sentra Bakpia Yogyakarta
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA—Di tengah berkembangnya produksi bakpia di berbagai wilayah, pelaku usaha dan masyarakat Patuk, Kota Yogyakarta, berupaya memperkuat kembali identitas kawasan tersebut sebagai salah satu sentra asal kuliner khas Yogyakarta itu. Bakpia panggang yang menjadi karakter produk Patuk akan diperkenalkan lebih luas melalui Bakpia Day ke-14, dengan 27.000 bakpia disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat.
Ketua Panitia Bakpia Day ke-14 Dimaz Arifin Hamsyah mengatakan penguatan identitas kawasan menjadi penting seiring semakin banyaknya usaha bakpia yang berkembang di luar Patuk. Masyarakat dan wisatawan diharapkan tidak hanya mengenal produknya, tetapi juga mengetahui kawasan yang selama ini menjadi sentra industri bakpia.
“Tujuan utamanya adalah mengenalkan kawasan, khususnya Patuk yang merupakan sentra industri bakpia. Harapannya, masyarakat tertarik datang, melihat acaranya, sekaligus mengetahui bahwa di sini ada sentra industri bakpia yang bisa menjadi tujuan utama saat berkunjung ke Kota Yogyakarta,” ungkap Dimaz di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Kamis (15/10).
Bakpia panggang menjadi salah satu produk yang akan lebih dikenalkan dalam penyelenggaraan tahun ini. Panitia ingin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap karakter bakpia autentik Patuk tanpa meniadakan berbagai inovasi dan varian bakpia yang berkembang saat ini.
Sebanyak 27.000 bakpia ditargetkan dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung selama rangkaian kegiatan. Jumlah itu meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 15.000 bakpia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bakpia Day ke-14 mengangkat tema Authentic Taste of Pathuk. Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Anif Luhur Kurniawan mengatakan tema tersebut tidak hanya berbicara mengenai cita rasa produk, tetapi juga kehidupan masyarakat Patuk yang tumbuh dalam keberagaman.
“Rasa yang kami maksud bukan hanya rasa bakpia, seperti cokelat atau keju, tetapi juga rasa kebersamaan dan pengalaman keberagaman warga yang akan kami suguhkan dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Puncak Bakpia Day ke-14 akan digelar pada Sabtu (24/10) melalui karnaval yang melibatkan kontingen dari 13 RW di Kelurahan Ngampilan. Karnaval akan bergerak dari Jalan Bhayangkara menuju kawasan Eks Pabrik Tegel Kunci di Jalan KS Tubun.
Keberagaman masyarakat akan ditampilkan melalui busana, properti, dan pertunjukan dari masing-masing kontingen. Sejumlah representasi budaya akan dihadirkan, mulai dari Jawa, Tionghoa, Betawi, Bali, Sunda, Sasak, Minangkabau, Madura, Batak, Dayak, Toraja, Aceh, dan Asmat hingga atraksi barongsai.
“Setiap kontingen akan menampilkan identitas budaya melalui busana, properti, dan pertunjukan yang menggambarkan keberagaman masyarakat. Materi panitia mencantumkan berbagai representasi budaya, antara lain Jawa, Tionghoa, Betawi, Bali, Sunda, Sasak, Minangkabau, Madura, Batak, Dayak, Toraja, Aceh, dan Asmat, serta atraksi barongsai,” ungkapnya.
Sebelum puncak acara, rangkaian Bakpia Day dimulai dengan Andum Rasa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Sabtu (17/10). Bakpia akan dibagikan kepada pengunjung sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan cita rasa produk dari Patuk.
Rangkaian berikutnya digelar pada Rabu (21/10) melalui diskusi yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha bakpia, tokoh masyarakat, dan warga negara asing yang tinggal di Ngampilan. Pada hari yang sama juga dilaksanakan Umbul Doa sebagai ungkapan syukur pelaku usaha bakpia.
Selain karnaval, puncak kegiatan akan diisi dengan demonstrasi pembuatan bakpia secara langsung serta pertunjukan seni. Bakpia Day ke-14 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!