Telkom Perkuat Ekosistem AI Nasional Lewat Kolaborasi Digital
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Telkom
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Solution terus memperkuat perannya dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Upaya tersebut disampaikan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, hadir sebagai pembicara dalam sesi panel bertajuk “The Future of AI in Indonesia”. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan perkembangan pemanfaatan AI di berbagai sektor sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi untuk membangun ekosistem teknologi yang memberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia.
Veranita mengatakan, perkembangan AI secara global telah memasuki tahap penerapan nyata dalam kegiatan bisnis. Teknologi tersebut tidak lagi sekadar dipandang sebagai inovasi masa depan, tetapi mulai digunakan untuk mengubah proses kerja, menciptakan nilai baru, dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita.
Pemanfaatan AI membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, serta menghasilkan keputusan yang lebih akurat berdasarkan data. Teknologi ini juga berpotensi mendukung peningkatan kualitas pengalaman pelanggan melalui layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, penerapan AI membutuhkan kesiapan berbagai aspek pendukung. Selain teknologi, pengembangan ekosistem AI memerlukan infrastruktur digital yang memadai, ketersediaan data, talenta yang kompeten, serta sinergi antarpemangku kepentingan agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.
Dalam pengembangan ekosistem AI, Telkom memandang teknologi tersebut sebagai rangkaian komponen atau AI stack yang saling terintegrasi. Pendekatan ini menghubungkan infrastruktur dasar hingga aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis di berbagai sektor.
Adapun komponen utama dalam pendekatan tersebut mencakup:
-
Konektivitas dan infrastruktur digital, sebagai fondasi untuk mendukung pertukaran data dan operasional layanan digital.
-
Cloud dan compute power, untuk menyediakan kapasitas komputasi yang dibutuhkan dalam pemrosesan data dan pengembangan AI.
-
AI model dan agent lab, sebagai bagian dari pengembangan model serta kemampuan AI untuk mendukung berbagai kebutuhan.
-
Aplikasi, yang menerapkan teknologi AI dalam berbagai sektor dan fungsi bisnis.
Integrasi komponen tersebut memungkinkan perusahaan mengembangkan solusi digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional. Dengan dukungan infrastruktur dan teknologi yang saling terhubung, pemanfaatan AI diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas dari hulu hingga hilir proses bisnis.
“Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia,” kata Veranita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!