Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

DPRD DKI Desak Mal Swasta Lakukan Parkir Ojol Gratis 30 Menit

1 Minggu, 11 Okt 2026, 19:45 WIB | Oleh:
DPRD DKI Desak Mal Swasta Lakukan Parkir Ojol Gratis 30 Menit DPRD DKI Desak Mal Swasta Lakukan Parkir Ojol Gratis 30 Menit Doc: ANTARA
Ket. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter meminta pengelola mal dan kawasan komersial milik swasta menyediakan fasilitas parkir gratis selama 30 menit bagi pengemudi ojek online (ojol).

JAKARTA - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter meminta pengelola mal dan kawasan komersial milik swasta menyediakan fasilitas parkir gratis selama 30 menit bagi pengemudi ojek online (ojol). Ia menegaskan, kebijakan tersebut perlu diterapkan secara merata dan tidak terbatas pada fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Jupiter, pengelola parkir swasta perlu menerapkan kebijakan serupa untuk memudahkan pengemudi ojol ketika menjemput atau mengantarkan penumpang, serta mengambil dan mengirimkan pesanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya parkir bagi pengemudi yang hanya membutuhkan waktu singkat di lokasi.

"Kami merekomendasikan agar pengelola parkir, baik milik pemerintah maupun swasta, memberikan fasilitas parkir gratis selama 30 menit bagi ojol yang melakukan penjemputan, pengantaran penumpang, serta pengambilan dan pengiriman barang," kata Jupiter dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Jupiter memahami bahwa pungutan parkir menjadi salah satu keluhan pengemudi ojol ketika harus berhenti sebentar untuk menjemput penumpang atau mengambil pesanan. Padahal, kegiatan tersebut merupakan bagian dari layanan transportasi dan pengantaran yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, ia menilai tata kelola perparkiran di Jakarta perlu diselenggarakan secara tertib dan berkeadilan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, termasuk para pekerja transportasi online. Menurutnya, pengelolaan parkir tidak semestinya hanya berorientasi pada penerimaan pendapatan, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan pengguna layanan.

Selain mendorong penerapan parkir gratis selama 30 menit, Jupiter mengusulkan penyediaan titik khusus bagi pengemudi ojol. Ia juga meminta adanya sistem pencatatan waktu yang transparan dan pengawasan untuk memastikan fasilitas tersebut digunakan sesuai peruntukannya.

"Jangan sampai masyarakat dan pengemudi ojol yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengambil atau mengantarkan pesanan justru terbebani biaya parkir yang tidak proporsional," ujarnya.

Jupiter menegaskan, Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta akan meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi dan penegakan aturan apabila rekomendasi parkir gratis selama 30 menit bagi ojol tidak ditindaklanjuti oleh pengelola parkir swasta. Langkah tersebut dinilai perlu untuk mendorong penerapan kebijakan yang konsisten di berbagai kawasan.

Ia secara khusus meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengevaluasi pemenuhan persyaratan teknis perparkiran oleh para pengelola. Dishub juga diminta tidak memberikan rekomendasi teknis apabila pengelola terbukti tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Di sisi perizinan, Jupiter meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengevaluasi izin pengelolaan parkir dan menindaklanjuti setiap pelanggaran sesuai ketentuan. Ia menyebut perpanjangan izin pengelola parkir dapat dipertimbangkan untuk tidak diberikan apabila terdapat dasar hukum dan persyaratan administratif yang mendukung langkah tersebut.

"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan parkir di Jakarta tidak semata-mata berorientasi pada pendapatan, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat dan para pekerja transportasi online," tuturnya.

Jupiter berharap rekomendasi tersebut dapat mendorong pembenahan tata kelola perparkiran di Jakarta, baik di fasilitas milik pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, sistem perparkiran diharapkan menjadi lebih transparan, tertib, dan memperhatikan kepentingan publik, termasuk kebutuhan pengemudi ojol dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
PT KAI Buka Pemesanan Tiket...
Megapolitan
BPS: Indeks Pembangunan Gen...

Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Merahasiakan Tanggal Ulang Tahun Anda

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Ini Alasan Mengapa Sebaikny...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.