600 Pemimpin Industri Bakal Bahas Masa Depan AI dan Keamanan Siber di Bali
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 15:43 WIB | Oleh: Haryo BronoMenurut Edwin, ekosistem AI perlu dibangun dengan mempertemukan pengembangan teknologi, kebutuhan industri, kesiapan sumber daya manusia, serta tata kelola yang mendukung pertumbuhan.
“Pemanfaatan AI di Indonesia membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan pengembangan teknologi, kebutuhan industri, kesiapan sumber daya manusia, serta tata kelola yang memberikan ruang bagi pertumbuhan. Pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan industri dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem tersebut,” ujar Edwin.
Ia berharap AICX dapat menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pemimpin industri untuk membahas peluang ekonomi dari pemanfaatan AI sekaligus mengelola risiko yang muncul.
“Kami berharap AICX sebagai bagian dari Bali Tech Week dapat menjadi ruang dialog antara pemerintah dan para pemimpin industri untuk membahas bagaimana Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomi dari AI sekaligus mengelola risiko yang menyertainya,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
AICX 2026 dijadwalkan dihadiri pemimpin dari berbagai sektor, antara lain pemerintahan, jasa keuangan, telekomunikasi, teknologi, energi, dan manufaktur. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan yang semakin besar terhadap pemanfaatan AI dan penguatan sistem digital.
Patrick menilai kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan AI perlu dibangun sejak dini, mengingat teknologi tersebut semakin memengaruhi proses bisnis, pengambilan keputusan, dan perlindungan aset digital.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk memperoleh manfaat dari AI. Namun, kesiapan tidak cukup diukur dari seberapa cepat kita mengadopsi teknologi. Kita juga perlu memastikan bahwa organisasi memiliki keamanan, tata kelola, dan talenta yang mampu mengelolanya dengan baik. Percakapan inilah yang ingin kami dorong melalui AICX,” ujar Patrick.
Melalui penyelenggaraan AICX 2026, ITSEC Asia mendorong penguatan dialog antara pemerintah dan pelaku industri mengenai penerapan AI yang bertanggung jawab, peningkatan ketahanan siber, serta pengembangan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi perubahan teknologi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!