IHSG Hari Ini Akhirnya Menguat, Mampukah Tren Positif Berlanjut?
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 18:03 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan ditutup menguat ke level 6.093, mengikuti tren positif bursa saham Asia.
Penguatan tersebut mencerminkan membaiknya sentimen investor di kawasan yang turut menopang pergerakan pasar domestik.
Namun, keberlanjutan penguatan IHSG tetap bergantung pada konsistensi arus modal, kondisi ekonomi global, serta kemampuan pasar meredam tekanan eksternal.
Penguatan sebesar 1,04 persen ke level 6.093,76 juga menunjukkan kemampuan pasar domestik bangkit setelah terkoreksi tajam pada perdagangan sebelumnya.
Meski demikian, kenaikan ini belum cukup untuk memastikan pembalikan tren, sehingga investor masih perlu mencermati arah kebijakan moneter global, dinamika geopolitik, dan arus modal asing.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (9/10) sore, ditutup menguat 62,48 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.093,76 mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,03 poin atau 1,35 persen ke posisi 601,67.
"IHSG jelang akhir pekan menguat di tengah tekanan eksternal. Penguatan tampaknya memberikan gambaran akan resilience dalam negeri terjaga di saat tekanan global,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026, dengan alasan adanya pembicaraan produktif dengan Teheran
Nico menyebut pernyataan tersebut mengubah sikapnya sehari sebelumnya yang sempat mempertimbangkan serangan baru. Meski demikian, AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran dan menegaskan tidak akan membiarkan negara tersebut memiliki senjata nuklir.
Di sisi lain, pasar juga terbebani kekhawatiran atas prospek pendapatan OpenAI yang membebani sektor kecerdasan buatan secara lebih luas dan menantikan hasil pertemuan antara China dengan Uni Eropa (UE) di Beijing untuk cegah perang dagang.
Selain itu, ketakutan akan terjadinya gelembung (bubble) di industri kecerdasan buatan kembali mencuat setelah laporan pendapatan terbaru OpenAI mengecewakan pasar, yang kemudian memicu aksi jual pada saham-saham teknologi AS karena investor meragukan prospek pengembalian investasi di sektor AI.
Sementara sentimen lainnya, pasar cenderung berhati-hati dan mencermati hasil pembicaraan perdagangan dalam pertemuan pejabat Tiongkok dengan Uni Eropa (UE). Sebelumnya kelompok industri Eropa menyerukan tindakan segera terhadap praktik perdagangan China yang tidak adil, memperingatkan risiko terhadap manufaktur UE dan hilangnya pekerjaan lebih lanjut.
Pembicaraan tersebut menyusul diskusi selama tiga bulan mengenai defisit perdagangan barang UE dengan China dan pembatasan Beijing terhadap ekspor mineral langka dan mineral penting lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!