Wardah Hadirkan Low pH Micellar Pad, Permudah Cleansing untuk Menjaga Kesehatan Kulit
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 21:13 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Rutinitas membersihkan wajah menjadi salah satu tahapan penting dalam perawatan kulit. Namun, aktivitas sehari-hari yang semakin padat membuat proses cleansing kerap dilakukan secara terburu-buru, baik setelah beraktivitas, berolahraga, bepergian, maupun menjelang tidur.
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap produk pembersih wajah yang tidak hanya mampu mengangkat makeup, sunscreen, sebum, dan kotoran, tetapi juga tetap nyaman digunakan serta tidak membuat kulit terasa kering atau tertarik.
Melihat kebutuhan tersebut, Wardah menghadirkan Wardah Low pH Micellar Pad Japanese Mugwort + Upcycled Lavender, produk pembersih wajah berbentuk pad siap pakai yang memadukan micellar water dengan formula pH seimbang (low pH 5,5).
Produk tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari komitmen Wardah yang menempatkan cleansing sebagai fondasi dalam menjaga kesehatan kulit. Perspektif itu turut dibahas dalam sesi wicara (talkshow) bertajuk “How a Practical Cleansing Ritual Can Become a Long-Term Investment in Your Skin” dalam rangkaian Wardah Skin Longevity Clinic di ASHTA District 8, Jakarta.
Sesi wicara tersebut menghadirkan figur publik Aaliyah Massaid, dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr. Fiza Fikri, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, serta Brand Representative Wardah Mila Sri Hardiati. Pembahasan berfokus pada pentingnya membersihkan wajah secara efektif tanpa mengabaikan kondisi skin barrier.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Mila, perkembangan pilihan makeup di kalangan konsumen belum selalu diiringi dengan kemudahan dalam proses pembersihannya. Konsumen kini sudah sangat selektif memilih produk riasan, tetapi proses membersihkannya terkadang masih memakan waktu.
“Melalui Wardah Low pH Micellar Pad, kami ingin menyederhanakan persiapannya, bukan mengurangi kualitas cleansing-nya. Format yang praktis perlu berjalan bersama kemampuan membersihkan, kelembutan formula, dan kenyamanan kulit,” ujar Mila melalui keterangannya pada hari Kamis (8/10).
Cleansing Tidak Harus Membuat Kulit Terasa Kesat
Dari sudut pandang dermatologi, proses membersihkan wajah tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak kotoran atau makeup yang terangkat. Kondisi kulit setelah cleansing juga menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.
Dr. Fiza menjelaskan bahwa kebiasaan menggosok wajah terlalu kuat atau mengejar sensasi kulit yang sangat kesat justru bukan tanda bahwa proses pembersihan telah dilakukan dengan lebih baik.
Menurut dia, gesekan mekanis (mechanical friction), kenyamanan kulit, serta keseimbangan skin barrier harus menjadi prioritas karena cleansing merupakan aktivitas yang dilakukan secara rutin setiap hari.
“Kulit yang bersih tidak harus terasa kesat atau tertarik. Cleansing yang baik adalah ketika makeup, sunscreen, sebum, dan kotoran dapat terangkat secara efektif tanpa membutuhkan gesekan berlebihan dan tanpa membuat kulit terasa tidak nyaman setelahnya. Karena itu, efektivitas dan kelembutan seharusnya berjalan beriringan,” jelas dr. Fiza.
Pandangan tersebut menjadi landasan pengembangan produk yang tidak hanya menekankan daya bersih, tetapi juga pengalaman sensorori kulit setelah dibilas. Kombinasi kemampuan membersihkan, minim gesekan, hidrasi, dan formula yang ramah terhadap skin barrier menjadi keunggulan utama dari produk ini.
Satu Pad dengan Dua Sisi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!