Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telkom Perkuat Ekosistem AI Nasional Lewat Infrastruktur Digital

31 Jumat, 09 Okt 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Telkom Perkuat Ekosistem AI Nasional Lewat Infrastruktur Digital Telkom Perkuat Ekosistem AI Nasional Lewat Infrastruktur Digital Doc: Telkom
Ket. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nasional melalui integrasi infrastruktur digital dan kolaborasi lintas sektor.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nasional melalui integrasi infrastruktur digital dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut disampaikan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine memaparkan perkembangan dan peluang pemanfaatan AI di berbagai sektor dalam sesi panel bertajuk "The Future of AI in Indonesia". Menurutnya, perkembangan AI secara global telah memasuki tahap implementasi nyata dan mulai mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis.

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita.

Pemanfaatan AI membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, serta menghasilkan keputusan yang lebih akurat berbasis data. Teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan di tengah perkembangan kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

Namun, penerapan AI membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bergantung pada teknologi. Infrastruktur digital, ketersediaan data, pengembangan talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting agar pemanfaatan AI dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Dalam membangun ekosistem AI, Telkom menggunakan pendekatan AI stack atau susunan kapabilitas teknologi yang saling terintegrasi. Pendekatan ini mencakup sejumlah lapisan, mulai dari konektivitas dan infrastruktur digital, cloud dan compute power, model AI dan agent lab, hingga aplikasi yang dapat diterapkan pada berbagai sektor serta fungsi bisnis.

Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai komponen teknologi dari hulu hingga hilir. Dengan fondasi yang terhubung, kebutuhan digital pelanggan dan pelaku industri diharapkan dapat ditangani melalui solusi yang lebih adaptif.

“Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia,” kata Veranita.

Melalui Telkom Solution, perusahaan menghadirkan kapabilitas yang mencakup AI, data, cloud, dan infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan transformasi bisnis. Integrasi berbagai layanan tersebut ditujukan untuk membantu pelanggan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sekaligus merespons perubahan kebutuhan industri.

TelkomGroup juga mengandalkan cakupan infrastruktur yang meliputi jaringan fiber optic, satelit, pusat data atau data center, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu modal perusahaan untuk mengintegrasikan kapabilitas digital dan memperluas pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Selain Telkom Solution, TelkomGroup menghadirkan beragam kapabilitas dan inovasi digital dalam rangkaian Road to DTIIF 2026. Layanan yang diperkenalkan mencakup konektivitas, infrastruktur, pusat data, cloud, AI, serta solusi untuk mendukung kebutuhan bisnis dan industri.

Dua layanan yang turut ditampilkan adalah PaDi UMKM, ekosistem marketplace bagi BUMN dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta LinkAja sebagai solusi pembayaran digital. Kehadiran berbagai layanan tersebut menunjukkan upaya TelkomGroup dalam mengembangkan ekosistem digital yang dapat menjangkau beragam kebutuhan bisnis dan membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi menjadi fondasi penting agar inovasi yang lahir dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Veranita.

DTIIF menjadi ruang pertukaran gagasan bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan teknologi dan peluang investasi di sektor digital. Forum tersebut mempertemukan perspektif teknologi, kebutuhan industri, dan potensi investasi untuk mendorong pengembangan solusi yang relevan dengan tantangan digital Indonesia.

Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution akan terus mengembangkan kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung percepatan ekosistem AI nasional. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendorong transformasi digital sekaligus membuka peluang pertumbuhan dan memperkuat daya saing Indonesia.

“Pengembangan AI juga perlu diiringi kesiapan seluruh elemen pendukung agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur, data, talenta, serta kapabilitas digital yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan AI dapat memberikan nilai nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Veranita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Advertisement
Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.