INACRAFT October 2026 Bawa Kriya Indonesia ke Era Teknologi
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 20:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - INACRAFT October Vol. 5 2026 kembali digelar pada 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan membawa tema "Techno Craft". Pameran yang diprakarsai Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event ini menjadi ruang pertemuan antara kekayaan tradisi kerajinan Indonesia, teknologi, desain, dan inovasi.
Memasuki edisi kelima, INACRAFT October kembali mengusung visi "From Smart Village to Global Market" dengan menghadirkan konsep Youthpreneurs. Kehadiran generasi muda diarahkan untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi baru sekaligus ikut menjaga keberlanjutan industri kriya Indonesia di tengah perkembangan pasar.
Tema "Techno Craft" menjadi gambaran bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produk kerajinan tanpa menghilangkan keterampilan tangan maupun kearifan lokal. Melalui perpaduan antara kemampuan artisan, desain, teknologi, dan inovasi, produk kriya diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini dan mampu bersaing di pasar global.
Dalam konsep tersebut, teknologi tidak diposisikan sebagai pengganti proses kerajinan tradisional, melainkan sebagai sarana untuk meningkatkan nilai, kualitas, fungsi, dan daya tarik produk. Perpaduan tradisi dan teknologi juga menunjukkan bahwa keduanya dapat berjalan berdampingan untuk membawa industri kriya Indonesia berkembang tanpa kehilangan identitas budaya.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung, ASEPHI melakukan kurasi peserta dan membagi area pameran berdasarkan kategori produk. INACRAFT October Vol. 5 2026 menempati sembilan zoning area yang tersebar di Main Lobby, Cendrawasih Hall & Promenade, Assembly Hall, Hall A & Lobby Hall A, Hall B & Lobby Hall B, serta area Talam INACRAFT di Mezzanine dan Hall B.
Selain menghadirkan produk kerajinan, pameran juga dilengkapi berbagai program untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan peserta. Rangkaian Insight Program INACRAFT mencakup Craft Talks & Workshop, Cultural Performance, Digital Lounge, Craft Experience Spot, hingga berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan perkembangan industri kriya.
ASEPHI juga menghadirkan ASEAN Business Forum bertema "Scaling Up ASEAN Gifts & Crafts: Sustainability and Market Access". Forum tersebut melibatkan panelis dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), ASEAN Gifts & Crafts Federation, serta artisan muda.
Tak hanya forum, INACRAFT October juga membuka kesempatan jejaring bisnis melalui B2B Networking yang melibatkan 30 youthpreneurs terkurasi. Program tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan pelaku usaha muda dengan jaringan bisnis dan membuka peluang lebih luas bagi produk kriya Indonesia.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut ditampilkan melalui ASEPHI Go Green Activity bersama Waste Hub Management. Sementara itu, INACRAFT Appreciation Night menjadi agenda untuk memberikan apresiasi kepada peserta, artisan, dan youthpreneurs, yang dilengkapi dengan doorprize bagi pengunjung.
Secara keseluruhan, INACRAFT October Vol. 5 2026 menghadirkan 829 stan dan menempati lima hall di JICC. Peserta tersebut terdiri atas 713 peserta individu atau anggota ASEPHI, 85 stan peserta dinas, 15 stan kementerian/BUMN, peserta luar negeri di area Main Lobby, 69 peserta individu nonanggota, serta 59 peserta Talam.
Pameran ini juga memiliki 18 island yang diisi oleh BUMN dan pihak lainnya. Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan global, panitia menargetkan 80.000 pengunjung, 120 potential buyers internasional, transaksi retail senilai Rp100 miliar, serta kontrak dagang mencapai USD2,7 juta.
Potensi transaksi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan peluang kepada eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga memperluas pasar bagi 19 youthpreneurs yang ikut berpartisipasi dalam INACRAFT October Vol. 5 2026. Dengan demikian, kehadiran wirausaha muda tidak hanya menjadi pelengkap pameran, tetapi bagian dari upaya regenerasi pelaku industri kriya Indonesia.
ASEPHI juga memperluas kolaborasi dengan sejumlah lembaga pemerintah dan institusi pendidikan. Kerja sama tersebut antara lain dilakukan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional anak Indonesia, serta Kementerian Hukum melalui DJKI dan AHU Media untuk menyosialisasikan pentingnya merek dan perlindungan Indikasi Geografis kepada pelaku seni dan budaya.
Selain itu, ASEPHI mengagendakan penandatanganan nota kesepahaman dengan BRIN, GNIK, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor kreatif kerajinan agar semakin profesional dan siap menghadapi tantangan pasar global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!