Trump Percayakan Masa Depan AI kepada Kepala Intelijen AS Jay Clayton, Ini Tantangannya
Senin, 05 Okt 2026, 04:01 WIB | Oleh: Tim PenulisSumber dari industri teknologi di Washington mengatakan industri pada umumnya menyambut penunjukan tersebut, tetapi mengingatkan agar tidak mengharapkan perubahan besar.
"Jay Clayton tidak akan memimpin upaya regulasi besar-besaran," kata sumber tersebut. "Jika dia dapat membuat kebijakan lebih terkoordinasi atau memberikan rincian yang memperjelas kebijakan, itu akan menjadi pencapaian."
Namun, Clayton bukan satu-satunya suara yang akan didengar Trump mengenai AI.
Sacks, bersama para petinggi teknologi termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Meta Mark Zuckerberg, akan tetap memiliki pengaruh besar terhadap cara presiden menangani industri tersebut.
Elon Musk juga kembali memiliki hubungan baik dengan Trump setelah keduanya berselisih pada 2025.
Clayton mengambil peran tersebut hanya beberapa hari setelah para petinggi perusahaan teknologi menandatangani komitmen di Gedung Putih untuk melakukan pengawasan mandiri terhadap model AI mereka. Kesepakatan itu disebut Trump sebagai sesuatu yang "mengikat secara moral."
Mehta mengatakan ia memperkirakan Clayton akan membuat koordinasi pemerintah lebih efektif sembari tetap mengikuti tujuan Trump untuk tidak memperlambat perkembangan industri.
"Namun pada saat yang sama, persoalan yang dihadapinya -- seperti terkait keamanan AI dan sentimen publik -- kini lebih besar dan lebih sulit, serta terjadi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!