AS Ancam Sanksi Bank Asing yang Masih Bertransaksi dengan Iran
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiWashington DC - Amerika Serikat (AS) memperingatkan lembaga keuangan asing bahwa mereka dapat dikenai sanksi oleh Washington jika melakukan transaksi dengan Iran atau lembaga perbankan negara tersebut yang telah dikenai sanksi.
"Lembaga keuangan asing yang terus bertransaksi dengan lembaga keuangan Iran yang dikenai sanksi dapat menjadi sasaran kapan saja tanpa pemberitahuan sebelumnya dan harus segera mengambil tindakan untuk mengakhiri aktivitas dan hubungan tersebut," kata Departemen Keuangan AS dalam pernyataan "peringatan".
Dilansir dari AFP pada Selasa (6/10), peringatan tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya tekanan Washington untuk mengisolasi Iran secara ekonomi sejak akhir Agustus. AS memperingatkan negara-negara sekutunya bahwa mereka dapat dikenai sanksi sekunder jika terus melakukan transaksi dengan pemerintah Iran.
Departemen Keuangan AS juga telah mengumumkan serangkaian sanksi baru sebagai bagian dari upaya tersebut, yang menyasar sektor keuangan, mata uang kripto, perkeretaapian, otomotif, dan manufaktur Iran.
Departemen Keuangan AS sebelumnya juga mengambil tindakan terhadap dua bank, masing-masing berbasis di Uni Emirat Arab dan Turki, atas dugaan membantu pemerintah Iran.
Dalam pernyataan pada Senin, Departemen Keuangan AS mengatakan pemerintah Iran mengoperasikan saluran yang disebut "perbankan bayangan" untuk menghindari sanksi Washington. Karena itu, lembaga keuangan asing diminta meningkatkan upaya untuk mengidentifikasi dan menghindari aktivitas tersebut.
AS melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari, menewaskan pemimpin negara tersebut dan menuntut Teheran menghentikan seluruh aktivitas terkait program nuklirnya.
Konflik tersebut telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekerasan. Tindakan pembalasan Teheran menargetkan sekutu Washington di kawasan Teluk dan mendorong lonjakan harga energi serta pupuk global setelah secara praktis mengganggu jalur perdagangan utama.
Tekanan ekonomi terhadap Iran diperkirakan akan terus meningkat seiring Washington memperluas penerapan sanksi sekunder untuk membatasi akses Teheran terhadap sistem keuangan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!