Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Gelar Imunisasi Kejar Sepanjang Oktober

📅 Senin, 05 Okt 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Gelar Imunisasi Kejar Sepanjang Oktober Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengakselerasi upaya penurunan jumlah anak zero dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) sepanjang Oktober 2026.

Program imunisasi kejar tersebut dilaksanakan serentak mulai 1 hingga 31 Oktober 2026, menjadi bagian dari upaya mencapai target program imunisasi tahun 2026 sekaligus memberikan perlindungan optimal kepada anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan percepatan imunisasi diperlukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang status imunisasinya belum lengkap.

“Dalam rangka mencapai target program imunisasi tahun 2026 yaitu menurunkan jumlah anak zero dose, anak yang belum diimunisasi serta memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I,” ujar Sony di Balai Kota Bandung, Senin (5/10).

Menurut Sony, kegiatan imunisasi kejar pada momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2026 dilaksanakan dengan periode yang lebih panjang. Jika sebelumnya kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) dilaksanakan selama satu pekan, pada momentum HKN tahun ini pelaksanaannya diperluas menjadi satu bulan penuh di seluruh Indonesia.

Perpanjangan periode tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan imunisasi serta meningkatkan cakupan imunisasi lengkap pada anak.

Di Kota Bandung, sasaran utama BIK adalah bayi berusia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) usia 12–23 bulan yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau memiliki status imunisasi yang belum lengkap sesuai jadwal imunisasi program.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes memprioritaskan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib atau heksavalen dosis pertama. Meski demikian, anak yang memiliki imunisasi rutin lain yang tertinggal tetap akan diberikan imunisasi sesuai ketentuan jadwal imunisasi program.

Untuk menemukan sasaran secara lebih optimal, Dinkes Kota Bandung melakukan penjangkauan aktif melalui pelacakan bersama puskesmas di masing-masing wilayah. Hal ini dilakukan agar anak yang belum memperoleh imunisasi dapat teridentifikasi dan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya.

“Penemuan dan penjangkauan sasaran secara aktif melalui pelacakan bekerja sama dengan puskesmas wilayah,” kata Sony.

Upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan berbagai unsur kewilayahan dan masyarakat. Di antaranya UPTD Puskesmas, camat, lurah, TP PKK kecamatan maupun kelurahan, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), PLKB, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menggerakkan masyarakat agar membawa anak yang menjadi sasaran imunisasi ke pos pelayanan imunisasi.

Selain penjangkauan secara aktif, Dinkes juga mendorong mobilisasi masyarakat dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor. Pelayanan imunisasi turut dioptimalkan melalui Posyandu, pos imunisasi tambahan, Puskesmas Pembantu, serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah maupun swasta.

Dinkes juga memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai pentingnya imunisasi kejar. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi yang dekat dengan masyarakat, termasuk media sosial, spanduk, grup WhatsApp RT/RW serta siaran keliling di masing-masing wilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.