Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IHSG Tembus 6.100 Lagi, Sinyal The Fed Bikin Pasar Saham Meroket

29 Senin, 05 Okt 2026, 17:08 WIB | Oleh:
IHSG Tembus 6.100 Lagi, Sinyal The Fed Bikin Pasar Saham Meroket IHSG Tembus 6.100 Lagi, Sinyal The Fed Bikin Pasar Saham Meroket Doc: ANTARA/Putra M. Akbar
Ket. Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa kawasan Asia dipicu oleh ekspektasi The Fed akan bersikap dovish pada pertemuan Oktober 2026.

IHSG ditutup menguat 81,97 poin atau 1,36 persen ke posisi 6.118,86. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 1,30 persen ke posisi 603,23.

"Bursa regional Asia bergerak menguat seiring dengan data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah mendorong dan mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus memperketat kebijakan moneter,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan yaitu hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, atau jauh di bawah ekspektasi peningkatan sebanyak 90.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran naik menjadi 4,2 persen, dan pertumbuhan upah tahunan secara tak terduga melambat menjadi 3,0 persen.

Nico mengatakan, kondisi tersebut tentunya mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut, sehingga kemungkinan The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya tidak berubah pada Oktober 2026.

“Namun demikian, pasar juga berhati-hati seiring dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia yang masih tinggi,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan IHSG sedikit terbebani oleh sentimen tekanan melemahnya Rupiah, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi, serta masih tingginya harga minyak dunia meskipun mulai mengalami penurunan.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun menurun menjadi sekitar 5,25 persen dan imbal hasil 30 tahun menurun ke arah 5,6 persen, namun demikian angka tersebut masih di level tinggi.

Begitu juga dengan harga minyak dunia yang masih tetap tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi tetap menjadi fokus di tengah ketegangan Timur Tengah yang berkelanjutan.

"Alhasil ada kekhawatiran mengenai kerentanan eksternal Indonesia, meskipun surplus perdagangan Agustus 2026, dengan risiko inflasi meningkat setelah inflasi September meningkat menjadi 3,28 persen, mendekati batas atas target Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5 persen,” ujar Nico.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang menguat sebesar 2,13 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,89 persen dan 1,84 persen.

Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus sebesar 0,98 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AKKU, PPRI, KKES, BLTZ dan MITI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INTD, SONA, FORU, JAWA dan TIRA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,64 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,24 miliar lembar saham senilai Rp9,96 triliun. Sebanyak 547 saham naik 164 saham menurun, dan 252 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pawai budaya HUT Papua Barat

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pawai budaya HUT Papua Barat
Megapolitan
Peringatan Hari Sumpah Pemu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sulawesi Investment and Business Forum 2026 Tawarkan 43 Proyek Potensial ke Investor

Sulawesi Investment and Business Forum 2026 Tawarkan 43 Proyek Potensial ke Investor

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.