50 Tahun Tragedi Thammasat, Aktivis Muda Tailan Masih Hadapi Ancaman Penjara dan Pengasingan
Senin, 05 Okt 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPolisi menuduh spanduk tersebut menghina Sirikit.
"Masalah yang kami hadapi saat ini memiliki sejarah," kata Thiraphop, yang masih menunggu kepastian apakah kasusnya akan dibawa ke persidangan.
"Masalah-masalah itu diperburuk oleh undang-undang yang diberlakukan dalam suasana ketakutan setelah pembantaian. Kekerasan tersebut dituangkan ke dalam undang-undang -- dan bertahan selama 50 tahun."
Militer merebut kekuasaan pada malam pembantaian dan meningkatkan hukuman untuk penghinaan terhadap kerajaan 15 hari kemudian.
Perintah Nomor 41 menetapkan hukuman penjara minimal tiga tahun dan menaikkan hukuman maksimal dari tujuh menjadi 15 tahun. Aturan tersebut masih berlaku hingga kini.
"Versi lese majeste yang diberlakukan saat ini merupakan warisan dari kudeta tersebut," kata aktivis kampanye reformasi berusia 23 tahun, Nasree Phumkuea.
Upaya-upaya terbaru untuk mengubah undang-undang lese majeste telah membuat puluhan anggota parlemen, baik yang masih aktif maupun mantan anggota parlemen, harus menghadapi pengadilan.
Perjuangan terus berlanjut. Nutthanit, Thiraphop, dan Nasree termasuk di antara para aktivis yang bergabung dengan penyintas pembantaian untuk berkampanye mencabut perintah junta yang menjadi dasar hukuman lese majeste saat ini.
Bagi Nutthanit, perjuangan tersebut semakin bersifat pribadi.
Pada Mei 2024, sahabat dekatnya, Netiporn Sanesangkhom, meninggal dalam tahanan setelah menjalani aksi mogok makan dalam waktu lama. Ia berusia 28 tahun.
"Lima puluh tahun kemudian, orang-orang masih mati demi keadilan atau dipaksa hidup dalam pengasingan," kata Nutthanit.
"Rasanya seperti Tailan terus kembali ke tempat yang sama."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!