Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guncangan M 6.1 Hantam Sumba! Rumah dan Gereja Roboh, Warga Panik Berlarian!

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Guncangan M 6.1 Hantam Sumba! Rumah dan Gereja Roboh, Warga Panik Berlarian! Doc: ANTARA/HO-BPBD Sumba Barat Daya
Ket. Salah satu rumah yang rusak akibat gempa di SUmba Barat Daya, Minggu (4/10).

KUPANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu, pukul 06.55 Wita, merusak sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas umum. 

“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan diterima di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan kerusakan rumah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.

Gempa juga berdampak pada satu fasilitas pendidikan, yakni SDK Manu Toghi serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu.

Di Kabupaten Sumba Barat tercatat tiga rumah atau asrama koramil mengalami kerusakan ringan. Sebanyak dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan berupa plafon dan retakan pada tembok.

Ia mengatakan gempa tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan.

“Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat,” ujarnya.

Berdasarkan parameter awal BMKG yang diterima BNPB, gempa berpusat di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Sejumlah warga sempat keluar dari rumah saat merasakan guncangan, namun situasi kemudian kembali kondusif. Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan cukup kuat.

BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat melakukan pemantauan kondisi pasca-gempa.

Selain itu, personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya turut memantau wilayah terdampak, sedangkan aparat kewilayahan dan babinsa melakukan pendataan kerusakan.

Saat ini, posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan apabila diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mesir Coba Redam Titik Didi...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.