Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertemuan Trump-Kim Bisa Terjadi Kapan Saja

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertemuan Trump-Kim Bisa Terjadi Kapan Saja Doc: AFP/Brendan Smialowski
Ket. Pemimpin Korut, Kim Jong-un (kiri), saat bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, pada 30 Juni 2019 lalu. Pada Selasa (1/9) badan intelijen Korsel menyatakan bahwa pertemuan puncak antara AS dan Korut tampaknya bisa terjadi kapan saja.

SEOUL - Seorang anggota parlemen yang mengutip informasi dari badan intelijen Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (1/9) mengatakan bahwa pertemuan puncak antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) tampaknya bisa terjadi kapan saja karena telah muncul tanda-tanda dialog di antara mereka.

Bulan lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa ia berencana untuk kembali bertemu dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, tetapi rencana itu tak mendapat tanggapan dari Pyongyang dan para analis skeptis terhadap kemungkinan pembicaraan yang akan segera terjadi.

"Mengenai pertemuan puncak Korut-AS, ada analisis yang menyatakan bahwa hal itu dapat terjadi kapan saja," kata anggota parlemen Korsel bernama Youn Kun-young kepada wartawan.

"Dinyatakan bahwa meskipun belum ada fakta konkret mengenai kontak antara kedua belah pihak, namun ada tanda-tanda dialog," imbuh dia.

Trump yang berharap hubungan dengan Kim kembali terjalin, pada Agustus juga mengatakan bahwa penting untuk berdialog dengan pemimpin Korut itu, seraya menambahkan bahwa Pyongyang saat ini memiliki 57 senjata nuklir yang sangat mumpuni.

Pernyataan Trump yang mengisyaratkan pertemuan baru tersebut diiringi oleh pengurangan waktu penyelenggaraan latihan militer gabungan AS-Korsel oleh Washington DC pada Agustus lalu.

Langkah itu membuat sekutu-sekutu Washington DC di Asia khawatir, sekaligus memicu spekulasi bahwa Trump sedang mencari kemenangan kebijakan luar negeri saat perang melawan Iran terhenti.

Beberapa jam setelah pernyataan Trump pada Agustus lalu, Korut menembakkan lebih dari 10 misil balistik jarak pendek dari wilayah Pyongyang. Kemudian Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korut yang berpengaruh, mengatakan bahwa keputusan Trump untuk mengurangi latihan militer dengan Korsel adalah balasan yang setimpal bagi Seoul.

Latihan maritim terpisah yang dijadwalkan dimulai pada 7 September antara AS dan sekutunya, Korsel dan Jepang, juga telah memicu respons amarah dari Pyongyang.

Denuklirisasi

Menurut Yang Moo-jin, mantan rektor Universitas Studi Korut, menegaskan bahwa Pyongyang yang didukung Russia tampaknya memiliki sedikit motivasi untuk mengupayakan pembicaraan dengan AS.

"Dari perspektif Korut, sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari perang Russia-Ukraina dan konfrontasi yang semakin dalam dengan Korsel, AS, dan Jepang di satu sisi, serta Korut, Tiongkok, dan Russia di sisi lain, tampaknya tidak ada insentif untuk berdialog," ucap dia.

Sementara itu Trump yang sebelumnya telah tiga kali bertemu dengan Kim Jong-un, menyatakan bahwa dalam pertemuan puncak nanti pihaknya bertujuan untuk mengamankan kesepakatan denuklirisasi, tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan nyata yang dicapai.

Pada Oktober lalu, Presiden Trump menyatakan bahwa ia menentang kebijakan bermusuhan AS selama beberapa dekade dengan menyatakan pengakuan bahwa Korut sebagai negara kekuatan nuklir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Alexander Zverev jadi Petenis Peringkat Satu Dunia

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.