Perkuat Persatuan, Polri Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha dan Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 15:13 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Ratusan santri dan personel Polri duduk bersama di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9), untuk menghadiri "Ngaji Kebangsaan" bersama Kiai Haji Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha guna memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, puluhan ribu jajaran kepolisian lainnya terhubung secara virtual dari berbagai wilayah Indonesia.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan diterima di Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti "Ngaji Kebangsaan".
Di hadapan para peserta, Kapolri mengingatkan bahwa ulama dan umara memiliki sejarah panjang perjuangan bersama, mulai dari merebut hingga mempertahankan kemerdekaan.
Semangat tersebut kini diteruskan melalui tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan sekaligus membangun bangsa.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, tersebut diikuti 700 peserta secara langsung, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri.
Pada saat yang sama, sekitar 41.449 peserta mengikuti secara virtual, termasuk jajaran kepolisian dari berbagai daerah.
Kehadiran santri dan personel Polri dalam satu ruang serta keterhubungan puluhan ribu peserta dari berbagai penjuru negeri, memberikan makna tersendiri.
Mereka dipertemukan dalam pesan yang sama: menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memperkuat kebersamaan ulama dan umara dalam menjaga Indonesia.
Kapolri pada kesempatan itu menggambarkan ulama sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat serta doa bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Polri menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat agar pembangunan dapat terus berjalan.
Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri juga mengajak seluruh peserta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Perbedaan harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat dan negara.
Kapolri turut menyampaikan bahwa tugas anggota Polri penuh risiko dan memohon doa serta bimbingan para ulama, khususnya bagi personel yang sedang menjalankan tugas, agar senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan.
"Ngaji Kebangsaan" pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan di Rembang. Ratusan santri dan personel Polri yang hadir langsung serta puluhan ribu jajaran yang terhubung secara virtual menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa semangat persatuan ke berbagai penjuru Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!