Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

8 Jumat, 16 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman Doc: Istimewa
Ket. Dalam pernyataan melalui platform Truth Social pada Kamis (15/10), Trump mengakui adanya keberatan dari masyarakat terhadap rencana tersebut. Ia menyebut sebagian orang tidak ingin menyaksikan kematian seseorang melalui siaran langsung maupun media visual lainnya.

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penayangan langsung eksekusi Nidal Malik Hasan, terpidana pembunuhan 13 orang dalam penembakan di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009. Keputusan ini diambil setelah rencana tersebut menuai kecaman luas dan memicu perdebatan mengenai batas hukuman mati serta etika mempertontonkan eksekusi kepada publik.

Dari The Guardian, meski siaran langsung dibatalkan, Trump menegaskan eksekusi Hasan tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal melalui regu tembak. Pemerintahannya tidak akan menayangkan proses tersebut kepada masyarakat.

Dalam pernyataan melalui platform Truth Social pada Kamis (15/10), Trump sempat berargumen bahwa penyiaran eksekusi dapat menjadi bentuk pencegahan kejahatan. Menurutnya, tayangan itu bisa memperlihatkan bagaimana Amerika Serikat menangani orang-orang yang dianggap melakukan aksi terorisme.

Namun, Trump juga mengakui adanya keberatan dari masyarakat terhadap rencana tersebut. Ia menyebut sebagian orang tidak ingin menyaksikan kematian seseorang melalui siaran langsung maupun media visual lainnya.

“Banyak orang yang sangat baik dan bermaksud baik lebih memilih untuk tidak menyaksikan kematiannya, melalui siaran langsung, atau melalui perangkat visual lainnya,” kata Trump dalam pernyataannya.

Ia kemudian memastikan bahwa eksekusi tetap berlangsung tanpa disiarkan secara langsung.

Kontroversi ini mencuat setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan pekan sebelumnya bahwa pemerintah akan memastikan masyarakat bisa menyaksikan eksekusi Hasan. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras, termasuk perbandingan dengan praktik hukuman publik di sejumlah negara yang kerap dikritik Washington.

Rencana penayangan itu dinilai kontroversial karena bukan hanya menyangkut pelaksanaan hukuman mati, tetapi juga persoalan apakah eksekusi seseorang patut dijadikan tontonan publik. Kritik terhadap rencana tersebut pun berkembang menjadi perdebatan mengenai martabat manusia, transparansi pemerintah, dan penggunaan hukuman mati sebagai sarana memberikan efek jera.

Hasan dihukum atas pembunuhan 13 orang dalam penembakan di Fort Hood pada 2009. Kasus tersebut menjadi salah satu tragedi penembakan paling mematikan di instalasi militer Amerika Serikat.

Keputusan Trump membatalkan siaran langsung meredakan satu aspek kontroversi tersebut. Namun, rencana pelaksanaan eksekusi Hasan tetap menjadi perhatian, terutama di tengah perdebatan mengenai hukuman mati dan cara negara menjalankannya.

Dengan demikian, perubahan keputusan Gedung Putih hanya menyangkut publikasi proses eksekusi, bukan pembatalan hukuman terhadap Hasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.