Bidik Pasar Internasional Melalui Desain yang Bertema Kebudayaan Indonesia
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 12:35 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
JAKARTA – Para desainer didorong untuk menembus pasar internasional. Hal itu bisa ditempuh melalui pemanfaatan kekayaan budaya Indonesia. “Budaya dapat menjadi modal bagi desainer grafis untuk menghasilkan karya yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di pasar global,” tutur Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya.
Menurut Riefky, keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia memberikan identitas dan ciri khas yang dapat menjadi pembeda karya desainer grafis nasional di pasar internasional.
“Desainer grafis Indonesia ini mempunyai potensi yang luar biasa, apalagi dengan kekayaan budaya kita di berbagai daerah. Itu punya karakteristik yang berbeda-beda. Mereka tidak hanya menjadi tuan rumah di daerahnya, tuan rumah di negerinya, tetapi juga bisa difasilitasi hasil karyanya untuk mendunia,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Riefky juga mengapresiasi peran Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dalam mengembangkan ekosistem desain grafis nasional. Menurut dia, organisasi profesi tersebut perlu memberikan manfaat yang dapat dirasakan anggota di berbagai daerah, tidak hanya di kota-kota besar.
“ADGI saya lihat menjadi salah satu asosiasi yang dibangun dan 'output'-nya tidak hanya kepada para pimpinan atau pengurusnya saja, tapi manfaatnya bisa dirasakan oleh anggotanya, dan tidak hanya di kota-kota besar,” ujar dia.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi profesi, komunitas, dunia pendidikan, industri, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem kreatif.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama global sekaligus memperkuat daya saing karya desainer Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan karya serta mempertemukan desainer, seniman, komunitas, akademisi, dan para pelaku industri kreatif dalam membangun ekosistem desain yang kuat dan berdaya saing,” kata Syafrin.
Adapun Ketua Umum ADGI Ritchie Ned Hansel mengatakan desain grafis berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas disiplin.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam ADGI Design Week 2026. Acara yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Astha 8 SCBD, Jakarta, itu menghadirkan pameran, penghargaan, dan diskusi untuk mengapresiasi karya desainer grafis Indonesia sekaligus memperkuat peran desain dalam berbagai bidang, termasuk diplomasi.
“Kita mau membawa pesan bahwa desain grafis itu bisa jadi gateway ekonomi kreatif. Jadi, kita membuka gerbang multidisiplin di dunia desain. Harapannya, dengan memperlihatkan potensi yang dimiliki Indonesia, kita bisa bersaing lebih percaya diri di level internasional,” ujar Ritchie.
Tahun 2026, ADGI Design Week mengusung tema "OFF GRID” yang mengajak desainer mengeksplorasi gagasan di luar batas dan pola kerja yang selama ini dikenal. Tema tersebut juga mendorong keberanian untuk mengembangkan pendekatan baru serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin.
Melalui penyelenggaraan tersebut, desain grafis diharapkan tidak hanya menjadi medium komunikasi visual, tetapi juga memperkuat identitas karya Indonesia dan membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau pasar internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!