Mengapa Kanker Makin Sering Menyerang Orang Muda?
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 07:17 WIB | Oleh: Haryo BronoPola serupa juga terlihat pada kelompok peserta dari Amerika Serikat. Mereka yang lahir pada 1990–1999 memiliki ukuran penuaan sistemik sekitar 92 persen lebih tinggi dalam satuan deviasi standar dibandingkan peserta yang lahir pada 1965–1969.
Angka tersebut tidak berarti seseorang yang lahir pada generasi lebih muda secara harfiah “berusia puluhan tahun lebih tua”. Temuan itu menunjukkan adanya pergeseran statistik pada profil biologis setelah peserta dibandingkan berdasarkan usia kronologisnya.
Pertanyaannya kemudian: apakah perbedaan biologis tersebut berhubungan dengan kanker? Data penelitian menunjukkan adanya hubungan tersebut. Dalam analisis UK Biobank, setiap peningkatan satu standar deviasi pada penuaan biologis berkaitan dengan peningkatan sekitar 8 persen risiko kanker padat onset dini.
Hubungan tersebut terutama terlihat pada kanker paru, kanker gastrointestinal, dan kanker rahim. Ketika peserta dibagi berdasarkan tingkat penuaan sistemik, kelompok dengan penuaan biologis paling tinggi memiliki risiko kanker padat onset dini sekitar 15 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan tingkat penuaan paling rendah.
Yang menarik, hubungan itu tetap terlihat setelah para peneliti memperhitungkan faktor genetik yang berkaitan dengan kecenderungan mengalami penuaan lebih cepat maupun risiko kanker. Temuan ini membuat penuaan biologis menarik untuk diteliti sebagai salah satu bagian dari teka-teki mengenai meningkatnya kanker pada usia lebih muda.
Menua dengan Kecepatan Berbeda
Salah satu bagian penting dari penelitian ini adalah analisis yang lebih spesifik terhadap organ. Tubuh tidak selalu menua sebagai satu kesatuan dengan kecepatan yang sama. Bisa saja sistem kekebalan menunjukkan tanda penuaan yang lebih maju, sementara jaringan lain memiliki profil biologis yang berbeda.
Untuk melihat hal tersebut, peneliti menggunakan data proteomik. Secara sederhana, proteomik memungkinkan ilmuwan melihat berbagai protein dalam darah yang berkaitan dengan fungsi dan kondisi jaringan tertentu. Dari analisis tersebut muncul hubungan yang lebih spesifik.
Penuaan sistem kekebalan tubuh yang lebih maju dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker paru onset dini. Sementara itu, penuaan jaringan lemak atau adiposa dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal onset dini. Temuan ini memberikan petunjuk bahwa hubungan antara penuaan biologis dan kanker mungkin tidak berlangsung melalui satu mekanisme tunggal.
Setiap organ memiliki lingkungan biologisnya sendiri. Perubahan metabolisme, peradangan, sistem kekebalan, komunikasi antarsel, serta kondisi jaringan dapat menciptakan lingkungan yang berbeda bagi munculnya dan berkembangnya sel kanker.
Karena itu, melihat usia biologis seluruh tubuh saja mungkin belum cukup. Peneliti mulai melihat kemungkinan bahwa usia biologis organ tertentu juga dapat memberikan informasi mengenai jenis kanker yang berisiko muncul.
Generasi Muda Lebih Cepat Tua?
Di sinilah penelitian tersebut belum memberikan jawaban final. Para peneliti menemukan hubungan antara penuaan biologis, generasi kelahiran, dan kanker onset dini, tetapi penelitian ini belum membuktikan bahwa satu faktor tertentu menyebabkan tubuh generasi muda menua lebih cepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!