Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Dimitri, Remaja 16 Tahun yang Buka Kedai agar Anak Disabilitas Bisa Mandiri

3 Selasa, 13 Okt 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kisah Dimitri, Remaja 16 Tahun yang Buka Kedai agar Anak Disabilitas Bisa Mandiri Kisah Dimitri, Remaja 16 Tahun yang Buka Kedai agar Anak Disabilitas Bisa Mandiri Doc: Antara
Ket. Kedai Nawasena yang dioperasikan oleh anak-anak penyandang disabilitas majemuk di halaman Yayasan Sayap Ibu Banten.

Tangerang Selatan - Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten berkolaborasi dengan Dimitri Herlambang (16) peraih hibah internasional IB Global Youth Action Fund (GYAF) meluncurkan Kedai Nawasena yang dioperasikan oleh anak-anak penyandang disabilitas majemuk.

Dimitri Herlambang, Founder Project Nawasena di Tangerang Selatan, Banten, Senin (12/10), mengatakan kedai yang ada di halaman Yayasan Sayap Ibu Banten, Bintaro, Tangerang Selatan adalah program pelatihan vokasional dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas intelektual dan majemuk agar mampu bekerja dan mandiri secara ekonomi. Puncak dari proyek ini adalah berdirinya Kedai Nawasena, kafe container yang dioperasikan sepenuhnya oleh penyandang disabilitas.

Ide Nawasena lahir dari keprihatinan Dimitri terhadap minimnya akses kerja bagi disabilitas intelektual. Berdasarkan riset Perkumpulan Prakarsa, hanya 14 persen penyandang disabilitas intelektual di Indonesia yang menamatkan pendidikan SMA dan hanya 9,84 persen yang pernah mengakses pelatihan kerja.

“Project Nawasena berangkat dari keyakinan bahwa setiap individu memiliki hak dan kebutuhan yang sama. Teman-teman disabilitas intelektual hanya membutuhkan kesempatan dan pendekatan yang tepat untuk dapat memenuhi hak tersebut,” ujar Dimitri dalam keterangannya.

Dimitri merupakan satu dari 6 wakil Indonesia penerima hibah internasional IB Global Youth Action Fund (GYAF) 2026. Tahun ini, GYAF menerima lebih dari 1.100 aplikasi dari 40+ negara dan hanya 110 proyek dari 324 changemaker muda yang terpilih untuk didanai senilai 2.500 dolar AS.

Sejak September 2025, Dimitri bermitra dengan Yayasan Sayap Ibu Banten yang mengasuh lebih dari 30 anak dengan beragam disabilitas seperti Down syndrome, cerebral palsy dan autisme.

Pada tahap awal, Dimitri melatih lima peserta, yakni Umay, Yuyun, Ucup, Irfan dan Hana. Ia merancang sendiri materi pelatihan yang sederhana dan inklusif, mulai dari pelayanan pelanggan, pengelolaan kasir, hingga pengolahan makanan.

Setelah melalui uji coba di beberapa bazar di Tangerang Selatan pada Desember 2025, ia memberanikan diri membuka Kedai Nawasena dengan konsep operasional yang jelas, penyambutan tamu oleh Umay dan Hana, pemesanan di kasir oleh Ucup, serta pengolahan dan pengantaran pesanan oleh tim. Menu yang tersedia adalah Bakso dan Pentol Siomay.

“Mimpi besar saya adalah Project Nawasena dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan bagi teman-teman disabilitas untuk direkrut oleh perusahaan, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri,” ungkap Dimitri.

Sementara itu keterlibatan Yayasan Sayap Ibu bermula ketika Dimitri datang dengan gagasan mendirikan ruang pemberdayaan.

“Saat itu, Dimi memiliki gagasan untuk mendirikan Kedai Nawasena sebagai ruang pemberdayaan. Awalnya ada tiga anak yang terlibat, kemudian bertambah menjadi lima anak. Saya sangat terkesan karena proyek ini menjadi sebuah warisan yang berarti bagi Sayap Ibu,” ujar Renowati Hardjosubroto, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Yayasan Sayap Ibu Banten.

Pihak yayasan menilai Kedai Nawasena menjadi solusi nyata karena tidak semua anak dengan disabilitas majemuk dapat bekerja di lingkungan konvensional.

“Betul, mereka sangat antusias karena mendapatkan gaji dari Dimi. Bagi mereka, tersenyum kepada pelanggan pun merupakan bagian dari pekerjaan yang patut dihargai. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dan merasakan pengalaman bekerja dalam lingkungan yang mendukung,” kata Reno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Gardu Portal PLN Roboh dan Menimpa Rumah Warga

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Gardu Portal PLN Roboh dan ...
Luar Negeri
Serangan Siber Ganggu Siste...

Stok Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...
Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Nasional
RUU Perampasan Aset Diminta...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.