Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumput Laut RI Berpotensi Jadi Andalan Ekonomi

📅 Senin, 21 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Rumput Laut RI Berpotensi Jadi Andalan Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendorong Indonesia meningkatkan nilai tambah rumput laut melalui pengolahan

Jakarta - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendorong Indonesia meningkatkan nilai tambah rumput laut melalui pengolahan, teknologi, akses pasar, dan investasi guna memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat posisinya dalam industri rumput laut global, tidak hanya dari sisi produksi dan ekspor, tetapi juga dari nilai ekonomi yang dapat dihasilkan di dalam negeri.

“Peluangnya adalah beralih dari pemimpin dalam volume menjadi pemimpin dalam nilai, dengan memobilisasi investasi dan inovasi untuk menciptakan produk bernilai lebih tinggi, pekerjaan yang lebih baik, dan pendapatan yang lebih tinggi,” kata Sara di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait kunjungan delegasi Pemerintah Indonesia dan UNDP ke Sidoarjo, Jawa Timur, pada 17–18 September 2026 untuk melihat pengembangan rantai nilai rumput laut melalui Archipelagic and Island States (AIS) Forum.

UNDP menyebut Indonesia merupakan salah satu produsen utama rumput laut tropis dunia dan menyumbang sekitar 69 persen ekspor rumput laut global pada 2025.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekspor rumput laut Indonesia pada 2025 mencapai 315,62 juta dollar AS atau sekitar Rp5,3 triliun. Sementara itu, produksi rumput laut pada tahun yang sama tercatat sekitar 11,65 juta ton atau 63,29 persen dari produksi perikanan budi daya nasional, meski angka tersebut masih berstatus sangat sementara.

UNDP menilai potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah. Peningkatan produktivitas, industri pengolahan, teknologi, keterampilan, akses pembiayaan, dan pasar dinilai penting untuk memperbesar nilai tambah yang dinikmati di dalam negeri.

Sidoarjo menjadi salah satu contoh pengembangan rantai nilai tersebut. Di kawasan Tlocor, rumput laut jenis Gracilaria dibudidayakan bersama ikan bandeng pada tambak pesisir yang direhabilitasi setelah mengalami perubahan lingkungan pascasemburan lumpur Lapindo pada 2006.

Delegasi juga melihat fasilitas Koperasi Agar Makmur Sentosa yang digunakan untuk proses pengeringan, pembersihan, dan pengepresan rumput laut. Fasilitas bersama tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki penanganan pascapanen dan meningkatkan kualitas produk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.