Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Petani Desa Keluhkan Irigasi, DPN HKTI Turun Tangan dan Sampaikan ke Presiden

1 Senin, 21 Sep 2026, 01:17 WIB | Oleh:
Petani Desa Keluhkan Irigasi, DPN HKTI Turun Tangan dan Sampaikan ke Presiden Petani Desa Keluhkan Irigasi, DPN HKTI Turun Tangan dan Sampaikan ke Presiden Doc: Antara foto
Ket. Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) HKTI se-Kalsel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (20/9).

BANJARBARU - Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) menjembatani langsung laporan persoalan irigasi pertanian di desa-desa kepada pemerintah untuk mendapat perhatian Presiden Prabowo dan ditindaklanjuti melalui perbaikan jaringan irigasi.

“Seluruh irigasi-irigasi di desa-desa itu, sepanjang masuk laporan ke Presiden, pasti diperbaiki,” kata Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu.

Abdul Kadir mengatakan HKTI dapat menjadi jembatan bagi petani untuk menyampaikan persoalan irigasi, benih, dan pupuk yang dihadapi di daerah, sehingga masalah tersebut dapat diadvokasikan kepada pemerintah untuk dicarikan penyelesaian.

Ia meminta HKTI di Kalimantan Selatan mengusulkan wilayah yang mengalami persoalan irigasi, seperti Hulu Sungai Selatan, Balangan, Banjarbaru, Kotabaru, maupun Batulicin, untuk kemudian dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum agar mendapat penanganan.

“Kalau ada masalah, laporkan saja. Atas nama HKTI, kita kirim ke Menteri PU. Supaya diperbaiki utamanya,” ujarnya.

Mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Kabinet Presiden Prabowo periode 2024 itu mengatakan upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian juga dilakukan melalui optimalisasi lahan, pembukaan lahan baru hingga ratusan ribu hektare di daerah lain, serta intensifikasi pertanian.

“Dukungan terhadap pertanian salah satunya juga mencakup penyediaan benih melalui 10 klaster oleh Kementerian Pertanian, termasuk untuk komoditas cokelat, kelapa, dan kopi, dan lainnya,” ujar Abdul Kadir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.