Pasukan Komando Pakistan Baku Tembak dengan Militan Bersenjata yang Ledakkan Masjid dan Serang Markas Polisi, 31 Tewas
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 06:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIa juga mengkritik pihak yang, menurutnya, menyebut warga Khyber Pakhtunkhwa sebagai teroris. Menurutnya, pernyataan semacam itu kembali membuka luka masyarakat dan tidak menghormati para martir mereka.
Menanggapi komentar kepala menteri provinsi lain, Afridi mengatakan sangat disayangkan jika ada yang menyebut ancaman terhadap Pakistan berasal dari provinsi lain dan bukan dari India.
Ia mengatakan Khyber Pakhtunkhwa dan provinsi-provinsi lain merupakan wilayah patriotik yang telah banyak berkorban untuk negara.
“Pakistan adalah negara kami, dan kami tidak akan membiarkan konspirasi apa pun berhasil,” katanya. Ia menambahkan bahwa upaya untuk menciptakan perpecahan, prasangka dan kebencian di antara rakyat akan digagalkan.
Kecaman dari Negara Lain
Komisaris Tinggi Inggris di Pakistan mengatakan dirinya “terkejut dengan serangan mengerikan” di Kohat.
“Tidak seorang pun seharusnya menghadapi kekerasan di tempat ibadah,” katanya, seraya menyampaikan simpati kepada mereka yang terluka dan keluarga korban.
Kedutaan Besar China di Pakistan menyatakan “sangat berduka” atas serangan tersebut. Mereka mengutuk aksi itu dan menyampaikan “belasungkawa terdalam kepada para korban yang meninggal dan simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan”.
Kedutaan Besar Rusia di Pakistan juga mengutuk keras serangan tersebut.
“Tragedi mengerikan ini, yang merenggut banyak nyawa, sekali lagi menggarisbawahi perlunya upaya bersama untuk memerangi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” demikian pernyataan Rusia.
Mereka berharap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dapat diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan, sekaligus menyampaikan duka kepada keluarga dan teman-teman para korban serta berharap seluruh korban luka segera pulih.
Bukan Serangan Pertama di Kohat
Kohat sebelumnya juga pernah mengalami serangan mematikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!