Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebutuhan BBM Pengangkutan Sampah di Jakarta Diminta Dihitung Ulang

2 Minggu, 20 Sep 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Kebutuhan BBM Pengangkutan Sampah di Jakarta Diminta Dihitung Ulang Kebutuhan BBM Pengangkutan Sampah di Jakarta Diminta Dihitung Ulang Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) menghitung ulang kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional persampahan hingga akhir 2026. Penghitungan tersebut diminta menyesuaikan realisasi penggunaan dan pola operasional terbaru, termasuk perubahan ritase pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang.

JAKARTA - Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) menghitung ulang kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional persampahan hingga akhir 2026. Penghitungan tersebut diminta menyesuaikan realisasi penggunaan dan pola operasional terbaru, termasuk perubahan ritase pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan perubahan pola pengangkutan sampah perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan anggaran. Menurutnya, perhitungan harus dilakukan berdasarkan kondisi operasional yang berlangsung di lapangan.

Yuke meminta kebutuhan BBM dihitung untuk setiap unit yang terlibat dalam pelayanan persampahan. Penghitungan tersebut mencakup Dinas LH, Suku Dinas (Sudin), hingga Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST).

Pendalaman mengenai kebutuhan BBM tersebut kemudian menjadi bagian dari rekomendasi Komisi D dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta. Komisi D ingin memastikan anggaran yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan operasional sampai akhir tahun.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan mengatakan perubahan pola pengangkutan perlu dimasukkan sebagai variabel dalam menghitung kebutuhan BBM. Ia memahami adanya kebutuhan penyesuaian anggaran akibat kenaikan harga BBM, tetapi penurunan aktivitas pengangkutan menuju Bantargebang juga harus diperhitungkan.

"Hal tersebut harus dihitung betul," terang Judistira.

Judistira berharap penghitungan ulang tersebut dapat menghasilkan kebutuhan anggaran yang rasional. Dengan begitu, efisiensi anggaran dapat dibuka untuk mendukung program penanganan sampah lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas LH DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menjelaskan kebutuhan BBM untuk operasional persampahan tidak hanya digunakan oleh truk pengangkut sampah. BBM juga dialokasikan untuk kendaraan dinas operasional, mesin kompresor, generator set atau genset, mesin pengolah sampah, serta berbagai alat berat yang beroperasi di TPST Bantargebang.

"Untuk angkutan truk sendiri memang berkurang," ucap Dudi.

Dudi menjelaskan penyesuaian anggaran juga berkaitan dengan kenaikan harga BBM, terutama untuk operasional UPST Bantargebang. Sebagian besar alat berat yang digunakan di lokasi tersebut menggunakan BBM nonsubsidi.

Kepala UPST Bantargebang menjelaskan anggaran BBM pada awalnya sekitar Rp94,5 miliar. Hingga 31 Agustus 2026, anggaran tersebut tersisa sekitar Rp16,6 miliar, sedangkan kebutuhan rata-rata mencapai sekitar Rp10,4 miliar per bulan.

Meskipun ritase pengangkutan sampah menuju Bantargebang mengalami penurunan, penggunaan alat berat di lokasi tersebut tetap berlangsung. Alat berat masih diperlukan untuk penataan zona di Bantargebang, termasuk stabilisasi lereng dan penanganan sejumlah titik kritis.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pengajuan tambahan kebutuhan BBM hingga akhir 2026. Karena itu, Komisi D meminta kebutuhan tambahan tersebut dihitung dengan mempertimbangkan seluruh aktivitas operasional yang masih berjalan di TPST Bantargebang.

Komisi D meminta perhitungan dilakukan secara terukur dengan membandingkan realisasi penggunaan BBM dengan ritase aktual pengangkutan sampah. Perhitungan juga perlu memperhatikan jumlah kendaraan dan alat berat yang beroperasi serta kebutuhan pelayanan persampahan hingga Desember 2026.

Yuke menegaskan evaluasi kebutuhan BBM diperlukan agar alokasi anggaran dapat digunakan secara tepat sasaran. Menurutnya, setiap unit perlu memberikan penjelasan mengenai kebutuhan operasionalnya sampai akhir tahun.

"Pastinya sudah dihitung kebutuhannya apa saja. Masing-masing dari dinas, Sudin sampai UPST perlu menjelaskan sampai akhir tahun," pungkas Yuke.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Perempuan Disiapkan Kredit Rp2,6 Triliun dengan Bunga Tetap

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perempuan Disiapkan Kredit ...

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
Megapolitan
Program Bedah Rumah Merah P...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.